News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemilu 2019

Dari DKI Hingga Kaltim, Ini Nama-nama Petugas KPPS yang Meninggal saat Bertugas

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas KPUD Jakarta Pusat saat melakukan pengecekan surat suara di GOR Senen, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2019). Distribusi logistik hasil pemilu dari TPS dibawa ke tingkat PPK untuk kemudian dilanjutkan rekapitulasi pada 19 April. Tribunnews/Jeprima

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pelaksanaan Pemilu Serentak (Pileg dan Pilpres) 2019 diwarnai dengan peristiwa yang memilukan.

Sejumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dinyatakan meninggal dalam proses Pemilu 2019 tersebut.

Kasus meninggalnya petugas tersebut tidak hanya ada di Jakarta saja, tetapi terjadi juga di daerah lain.

Berdasarkan rangkuman Tribunnews.com, kasus kematian petugas KPPS ini terjadi di Jawa Barat hingga Kalimantan.

1 Meninggal, Lainnya Sakit di DKI Jakarta

Berdasarkan laporan yang diterima, Komisioner KPU DKI Jakarta, Nurdin mengungkapkan ada anggota KPPS yang sakit hingga meninggal selama penyelenggaraan pemilu dan Pilpres 2019.

Ia menyebut, ada satu anggota KPPS yang meninggal pada malam sebelum pemilu karena kelelahan.

Baca: Komisioner KPU Jelaskan Mengapa Banyak Petugas TPS Sakit hingga Meninggal Dunia Usai Pemilu 2019

"Kalau sakit banyak. Kalau meninggal ada 1 orang itu yang malam sebelum pemilu dia meninggal. Di TPS di Jakbar karena kecapekan," ucap Nurdin saat dihubungi di Kompas.com, Sabtu (20/4/2019).

KPU DKI Jakarta juga mendapat laporan petugas TPS yang sakit dari semua wilayah kabupaten dan kota yang ada di DKI Jakarta.

Meski demikian, Nurdin tak tahu persis jumlah petugas yang masuk rumah sakit.

"Kalau yang sakit hampir setiap kabupaten/kota ada yang sakit masuk rumah sakit lebih dari 1 orang di setiap kota," kata dia.

Nurdin mengatakan, banyaknya petugas yang sakit maupun meninggal lantaran pekerjaan pada pemilu dan pilpres kali ini lebih membutuhkan tenaga dan waktu yang ekstra dibandingkan pemilu dan pilpres pada tahun-tahun sebelumnya.

Apalagi, tahun ini diselenggarakan pemilu serentak, dari pemilihan presiden, DPR, DPRD, hingga DPD.

"Kemudian secara enggak langsung tingkat pekerjaan kemudian pikiran, tenaga juga harus ekstra. Di samping itu memang anggaran sama saja artinya yang diperoleh teman-teman. Walaupun pekerjaan banyak dananya, sama saja (dengan yang sebelumnya)," ujar dia.

12 Meninggal di Jawa Barat

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini