News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pagi Ini Udara Jakarta Tak Sehat, Wilayah Pejaten Paling Buruk, Anies Curiga Jalan Tol Penyebabnya

Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Warga beraktivitas menggunakan masker di pelican crossing di Kawasan Bundaran HI, di Jakarta, Senin (29/7/2019). Data aplikasi AirVisual yang merupakan situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota berpolusi sedunia pada Senin (29/7/2019) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau kategori tidak sehat. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Ia menganggap data yang dipaparkan Air Visual sebagai pengingat untuk masyarakat.

"Kita ambil positif bahwa itu sebagai pengingat bagi warga untuk di waktu tertentu lebih aware," kata dia.

Memburuk

Menurut data Air Visual, kualitas udara Jakarta tahun ini secara rata-rata lebih buruk dibandingkan tahun lalu.

Tahun 2018, indeks kualitas udara rata-rata Jakarta adalah 143.

Itu termasuk dalam kategori unhealty for sensitive groups atau tidak sehat bagi kelompok penduduk dengan kondisi sensitif.

Artinya, setingkat lebih baik dibandingkan saat ini, walaupun tetap belum masuk kategori sehat menurut standar WHO, badan kesehatan dunia.

Secara umum, Indonesia berada di peringkat kedelapan dalam daftar negara-negara dengan udara paling tercemar di dunia.

Peringkat pertama ditempati Banglades, diikuti Pakistan, India, Afganistan, Bahrain, Mongolia, Kuwait, Nepal, Uni Emirat Arab, dan Nigeria.

Lalu, negara mana yang paling baik kualitas udaranya di dunia tahun lalu? Menurut Air Visual, negeri itu adalah Islandia. (Anggie Lianda Putri)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Ini Penyumbang Terbesar Polusi Udara di Jakarta Menurut Anies Baswedan, .

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini