News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mahfud MD: Dari TK hingga Perguruan Tinggi Diberi Pendidikan untuk Berantas Radikalisme

Penulis: Nanda Lusiana Saputri
Editor: Ifa Nabila
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menkopolhukam Mahfud MD saat berdiskusi mengenai radikalisme.

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menegaskan dalam menangkal radikalisme perlu adanya pendidikan Pancasila bagi generasi muda.

Dilansir dari tayangan unggahan kanal YouTube KOMPASTV, Jumat (1/11/2019), menurut Mahfud MD, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi radilakisme. 

Pertama, terbuka secara sikap dan pemikiran, di antaranya dengan mengadakan kegiatan diskusi.

Diskusi di bidang pendidikan dan pengaturan tentang ceramah-ceramah diperlukan supaya tidak menimbulkan permusuhan. 

Menko Polhukam Mahfud MD (Rizal Bomantama/Tribunnews.com)

Langkah selanjutnya adalah menumbuhkan sikap toleransi.

"Toleransi juga merupakan satu modal untuk menghadapi radikalisme, kalau semua bersikap toleran maka akan berjalan baik, karena hidup kan berbeda-beda," ujar Mahfud.

Mahfud MD menuturkan, paham radikalisme dapat disebarkan ke generasi muda dengan cara merusak pola pikir soal ideologi.

Mengenai hal tersebut, Mahfud menjelaskan bahwa pemerintah harus mendekati generasi muda agar tidak terpapar dengan paham radikalisme.

Dalam rangka menangkal radikalisme di kalangan genarasi muda, ada beberapa cara yang akan dilakukan pemerintah di bawah kendali Menkopolhukam.

Yang pertama adalah penguatan pendidikan Pancasila dan konstitusi.

"Sekarang sudah akan dimasukkan pendidikan pancasila dan konstitusi ke dalam semua lembaga pendidikan pada semua tingkatan, tetapi tetap ada proses-proses yang harus ditempuh," ujar Mahfud. 

Langkah kedua yakni dengan masuk ke kampus-kampus untuk berdiskusi secara terbuka.

Mahfud menjelaskan, untuk mewujudkan kegiatan masuk ke kampus-kampus, akademisi akan bekerjasama dengan Polri.

"Akademisi masuk untuk berdiskusi sedangkan Polri berjaga-jaga di luar," ujar Mahfud.

"Akademisi masuk ke kampus-kampus, ke pesantren, mengundang Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)."

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini