"Ini kumpulan partai politik itu kok berpikirnya semakin oligarki aja. Kini hak pilih rakyat pun pelan-pelan mau dirampas juga," jelasnya.
"Sudahlah, amandemen itu boleh kok. Ia bukan hal yang sakral sehingga tidak boleh diutak-atik. Kita sadari bahwa perubahan sosial itu berlangsung begitu cepat. Akan tetapi arah amandemen konstitusi ini jangan hanya untuk menampung hasrat kekuasaan, itu langkah mundur namanya," tutupnya.
Baca tanpa iklan