News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Komisi X DPR: Pendidikan Pancasila Sangat Penting Diajarkan Sejak PAUD

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Foto ilustrasi murid PAUD.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menegaskan pendidikan Pancasila sangat penting dimasukkan ke dalam kurikulum mulai pendidikan anak usia dini (PAUD) sampai perguruan tinggi.

"Pendidikan Pancasila sangat penting untuk dimasukkan ke dalam kurikulum. Saya sangat setuju kalau pendidikan Pancasila diajarkan sejak PAUD," ujar legislator Golkar ini kepada Tribunnews.com, Rabu (27/11/2019.

Ini menanggapi keingian Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menjadikan Pancasila sebagai mata pelajaran wajib di tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) sampai perguruan tinggi.

Kenapa sejak PAUD? Karena di usia-usia tersebut adalah usia emas untuk anak belajar dan menyerap hal-hal di sekitarnya.

" Masa-masa itu merupakan waktu yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai tertentu," jelasnya.

Lebih lanjut ia menyarankan agar nilai Pancasila tersebut bisa diterjemahkan dalam bahasa yang mudah dipahami oleh anak umur 3-4 tahun.

"Jangan ditekankan pada hafalan, tapi lebih ke learning by doing misalnya anak diajarkan untuk berbagi makanan atau sharing makanan ke temen-temannya. Ini merupakan cerminan dari sila ke-5 yaitu keadilan sosial," ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi.

"Selama pelajaran itu, bersifat penanaman karakter dan bukan pemaksaan. Sebenarnya tidak apa," ujar politikus Demokrat ini kepada Tribunnews.com, Selasa (26/11/2019).

Hanya saja dia menyarankan, kalau PAUD baiknya namanya bukan pendidikan Pancasila. Tapi Cinta Negeri.

"Karena anak-anak usia dini harus selalu dalam keadaan belajar dan bermain. Bukan doktrinasi," jelas Dede Yusuf.

Baru di Sekolah Daasar (SD) menurut dia, para siswa mengenal Pancasila dan NKRI.

Kemudian di SMP-SMA mengenai Bela Negara, Bhinneka dan seterusnya.

Sebenarnya di Pramuka, imbuh dia, metode ini sudah sering dilakukan mulai dari Pra-Siaga, Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini