"Lalu pelaku mengambil pisau dan melakukan aksinya itu," jelas Manurung.
Setelah kejadian itu, Ardiansyah lalu menelpon mertuanya dan memberitahukan jika dirinya akan bunuh diri.
"Setelah melakukan itu pelaku mencoba menghubungi mertuanya," ujar Kapolsek Neglasari.
Mertua pelaku bernama Mamat (51) juga bermukim di wilayah Kedaung Wetan.
Keluarga mertua segera datang namun pintu rumah kontrakan terkunci.
Akhirnya bersama warga, pintu kontrakan pun didobrak.
Di dalam rumah, didapati R yang sudah tewas bersimbah darah di atas kasur dan pelaku yang terluka di leher dan perut.
"Sedangkan ayahnya mengalami luka berat. Setelah membunuh anaknya itu, dia mencoba bunuh diri."
"Saat ini masih menjalani pengobatan di rumah sakit."
"Sedangkan ibu korban saat kejadian sedang kabur ke rumah orang tuanya. Kami masih melakukan pemeriksaan," jelas Kompol Robinson Manurung.
Kapolsek Neglasari menjelaskan, Ardiansyah alias pelaku menggunakan pisau yang ia gunakan untuk menikam anak kandungnya sendiri mencoba bunuh diri dengan menggorok lehernya
"Di rumah sakit tadi, ia mengakui perbuatannya membunuh anaknya," ucapnya, dikutip dari Tribun Jakarta.
Diketahui, sebelum anaknya ditemukan meninggal dunia, Ardiansyah pun melancarkan aksi percobaan bunuh diri.
Lebih lanjut, usai melihat anaknya sudah terbujur kaku, Ardiansyah mencoba mengakhiri hidupnya menggorok lehernya sendiri.