TRIBUNNEWS.COM - Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus turut menyoroti terkait penggrebekan PSK yang dilakukan oleh anggota Komisi VI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade.
Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Andre ini sangat berbau politis.
Mengingat sebagai politisi yang juga seorang anggota DPR, Andre dinilai tidak memiliki peran dalam tindakan itu.
Sehingga penggrebekan terhadap seorang PSK di sebuah hotel di Padang ini bukan karena sekedar aduan dan konstituen semata.
Pernyataan ini ia sampaikan dalam program PRIMETIME NEWS yang Tribunnews lansir dari YouTube metrotvnews, Selasa (11/2/2020).
Sebelumnya, Lucius menilai respon Andre dianggap berlebihan dalam menyikapi aduan dari masyarakat setempat yang resah adanya prostitusi online.
"Informasi soal prostitusi misalnya ia dapatkan dari masyarakat, tapi kemudian yang jadi masalah respons yang dilakukan oleh Andre," tuturnya.
"Responsnya dianggap berlebihan, kemudian dia langsung mengambil tindakan untuk apa yang ia dengar dari aspirasi,"
Lucius kemudian menyinggung terkait peran Komisi VI DPR RI.
"Dari sini saja dua hal yang berbeda jauh, komisi VI itu berurusan dengan BUMN," katanya.
"Kalau urusan dengan yang prostitusi itu lebih tepat ke Komisi VII atau IX,"
Melihat hal ini, Lucius kemudian menduga ada unsur politik dibalik peristiwa penggrebekan itu.
Mengingat sebentar lagi akan diselenggarakannya Pilkada 2020.
"Secara bersamaan saya kira ada kepentingan politik pribadi yang mungkin mendorong Andre misalnya melakukan ini di Padang," ujarnya.
Baca: Andre Rosiade: Saya Tidak Menyalahgunakan Kewenangan Sebagai Anggota DPR RI, Tapi . . .
"Dengan membawa penegak hukum, ada juga wartawan," imbuhnya.
Lucius juga menduga Andre mendesain hal ini untuk dapat dipandang masyarakat sebagai seorang pahlawan.
"Harapan Andre bisa keluar sebagai pahlawan untuk membela moral masyarakat Padang disana," kata Lucius.
"Jadi ada efek politis yang kemudian bisa dimanfaatkan dari proses penggrebegan malam itu, Apakah cara ini efektif khususnya saat menjelang Pilkada 2020?" tanya pembawa acara.
"Saya kira politisi bisa melakuka apa saja untuk mendapatkan simpati dari pemilih ataupun parpol," timpal Lucius.
Ia juga menduga aksi ini didesain untuk dapat menaikan citra Andre sebagai seorang politisi.
Namun sayangnya, hasilnya tidak sesuai dengan harapannya.
Ada banyak orang yang kemudian mempermasalahkan tindakan yang dilakukan oleh Andre.
"Tidak gampang pahlawan membela moral sosial di masyarakat itu kan luar biasa," kata Lucius.
"Tapi mungkin tidak dibayangkan kalau kasusnya jadi seperti ini," imbuhnya.
Baca: Hari Ini, Andre Rosiade Diperiksa Majelis Kehormatan Gerindra Terkait Isu Jebak PSK
Andre Rosiade Penuhi Panggilan Mahkamah Kehormatan Partai Gerindra
Politisi Andre Rosiade menyambangi kantor DPP Partai Gerindra, Jalan Harsono RM, Ragunan, Jakarta Selatan pada Selasa (11/2/2020) pukul 12.55 WIB.
Andre akan memberikan klarifikasi terkait isu jebak PSK di Padan kepada Mahkamah Kehormatan Partai Gerindra.
"Tentu sebagai kader partai yang taat, loyal, dan patuh kepada partai dan pimpinan saya datang hari ini menghadiri dan memberikan klarifikasi serta tanggapan terhadap kisruh soal penggerebegan PSK," ujarnya yang dikutip dari Tribunnews.com.
"Jadi saya akan jelaskan ke Mahkamah Partai," imbuhnya.
Baca: Sentilan Sandiaga Uno kepada Andre Rosiade Terkait Penggerebekan PSK
Andre juga mengaku telah membawa sejumlah bukti untuk meluruskan isu miring yang selama ini tertuju pada dirinya.
Bukti tersebut terdiri dari 10 rangkap dan disimpan dalam map berwarna kuning.
"Ini bukti-buktinya bukan konsumsi wartawan," kata Andre.
"Bukti-bukti ini akan kita tunjukkan ke Mahkamah Partai dan ke MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan) kalau seandainya saya dipanggil," imbuhnya. (*)
(Tribunnews.com/Isnaya Helmi Rahma/Chaerul Umam)