News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

POPULER: Anies Masih Di-bully di Tengah Corona, Said Didu Geram

Editor: Miftah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Said Didu usai Diskusi Publik Pertamina Sumber Kekacauan yang digelar oleh Indonesia Resources Studies (Iress) di Restoran Pulau Dua, Jakarta, Kamis (19/12/2019)

Event Formula E yang rencananya digelar pada bulan Juni mendatang akhirnya resmi dibatalkan.

"Jakarta terjadwal untuk menjadi tuan rumah Formula E. Komunikasi terus dilakukan selama beberapa waktu, sangat intensif, memantau perkembangan di seluruh dunia, bukan hanya di Jakarta, demi menjaga keselamatan dan memastikan kesehatan warga Jakarta,"

"Karena kita menempatkan kesehatan dan keselamatan sebagai prioritas utama, maka kita memutuskan untuk menunda pelaksanaan Formula E di Bulan Juni."

"Waktu pelaksanaannya akan dibahas kemudian dan kita memantau perkembangan di dunia," terang Anies Baswedan.

Selanjutnya, seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta juga diintruksikan untuk mengurangi kegiatan jabat tangan dan kontak fisik secara langsung.

Anies Baswedan juga menyinggung soal gerakan semesta, karena langkah pencegahan ini tidak cukup dilakukan hanya oleh Pemprov DKI Jakarta.

Perusahaan swasta diimbau untuk ikut melakukan langkah pencegahan virus corona, serta menetapkan staf atau pegawai yang terpaksa dipantau karena kasus corona tidak dikurangi gajinya.

Sejumlah langkah yang diambil Pemprov DKI Jakarta untuk mengantisipasi penularan virus corona pun mendapat apresiasi dari sejumlah pihak.

Namun, tak sedikit pula yang mengkritik langkah cepat Anies Baswedan.

Bahkan situs informasi virus corona milik Pemprov DKI Jakarta diserang distributed denial of service atau DDoS.

Hal itu diinformasikan langsung oleh akun Twitter resmi Pemprov DKI Jakarta, @DKIJakarta, Kamis (12/3/2020).

Sebagai informasi, DDoS merupakan teknik serangan dengan membanjiri server menggunakan paket data berpakasitas besar.

Serangan tersebut dilakukan secara terus menerus hingga sistem tidak dapat menampung data dan akhirnya rusak.

Said Didu pun menyayangkan kejadian tersebut.

Melalui akun Twitternya, @msaid_didu, ia mempertanyakan soal rasa kemanusiaan yang dimiliki sejumlah pihak yang membully Anies Baswedan disaat Gubernur DKI Jakarta itu serius mengantisipasi virus corona.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini