"Setidaknya, ada empat kerja berat para Kapolsek yang harus dihargai Kapolda Jatim."
"Pertama, para Kapolsek harus pontang-panting melakukan deteksi dini dan antisipasi maksimal agar penyebaran Covid-19 bisa dicegah dan diputus mata rantai penyebarannya," tutur Neta S Pane.
Kedua, tambah Neta S Pane, para Kapolsek yang bersiaga menjaga wilayahnya dengan maksimal pasca-dibebaskannya ribuan napi oleh Menkumham.
"Ketiga, para Kapolsek bersiaga menjaga situasi Kamtibmas di wilayahnya saat Ramadan dan menjelang Lebaran."
"Terutama dengan banyaknya PHK dan industri yang tutup."
"Keempat, para Kapolsek yang menjadi ujung tombak untuk melakukan pagar betis agar arus mudik bisa dicegah sehingga penyebaran Covid-19 tidak meluas," papar Neta S Pane.
Keempat tugas berat itu, menurut Neta S Pane, dilakukan para Kapolsek di tengah mereka harus melakukan ibadah puasa dan kekhawatiran terhadap dirinya terkena Covid-19.
"Dalam situasi seperti ini tentunya sangat manusiawi, jika ia tertidur saat rapat di ruangan AC."
"Apalagi selama ini ia bertugas di lapangan yang bercuaca sangat panas," ucap Neta S Pane.
Karena itu, IPW menilai hal wajar jika Kapolda Jawa Timur Irjen Muhammad Fadil yang tengah menyampaikan sambutan dalam rapat itu marah pada sang Kapolsek.
Apalagi, rapat itu dihadiri Pangdam V Brawijaya dan Wali Kota Surabaya.
"Namun hendaknya sebagai pimpinan, Kapolda juga harus mau menyadari terhadap situasi yang ada dan kerja keras yang dilakukan para Kapolsek sejak munculnya pandemi Covid-19."
"Pelepasan ribuan napi, Bulan Ramadan, dan Lebaran," papar Neta S Pane.
-
Baca: Detik-detik Kapolda Jatim Usir Kapolsek yang Tidur Saat Rapat Covid-19, Dikabarkan akan Diganti
Sebagai perwira Polri yang baru pertama kali menjabat sebagai Kapolda, kata Neta S Pane, Irjen Fadil hendaknya mau memahami tugas berat para Kapolsek di lapangan.