News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Presiden Instruksikan Percepat Layanan Internet di 12.500 Desa dan Kelurahan

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sejumlah siswa di Kabupaten Simalungin Sumatera Utara terpaksa memanjat pohon untuk mencari sinyal agar bisa belajar online. (Dokumentasi: Facebook Renni Rosari Sinaga).


TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta percepatan penyediaan layanan internet di 12.500 desa atau kelurahan serta di titik-titik layanan publik.

Hal itu disampaikan Presiden dalam rapat terbatas perencanaan transformasi digital, di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/8/2020).

"Segera lakukan percepatan perluasan akses dan peningkatan infrastruktur digital. Saya kita kemarin kita sudah bicara dengan Menkominfo mengenai ini. Kemudian percepatan penyediaan layanan internet di 12.500 desa atau kelurahan serta di titik-titik layanan publik," kata Presiden.

Baca: Cerita Siswa di Simalungun Belajar Online, Tempuh Perjalanan 2 Km dan Panjat Pohon demi Dapat Sinyal

Menurut Presiden, pandemi Covid-19 ini harus bisa dijadikan momentum untuk melakukan percepatan transformasi digital.

Karena di masa Pandemi ini dan kedepannya mengubah cara kerja dan bertansaksi dari offline atau kontak fisik menjadi online atau digital.

"Karena di masa pandemic maupun next pandemic mengubah secara struktural, cara kerja, cara beraktivitas, cara berkonsumsi, cara belajar, cara bertransaksi yang sebelumnya offline dengan kontak fisik menjadi lebih banyak ke online dan digital," katanya.

Percepatan transformasi tersebut menurut Presiden harus disiapkan dengan matang.

Apalagi daya saing digital berdasarkan hasil survei IMD World Digital Competitiveness 2019, Indonesia berada pada peringkat 59 dari 63 negara.

"Memang kita di bawah sekali lebih rendah dibandingkan dengan beberapa negara tetangga kita di ASEAN, misalnya Thailand di posisi 40, Malaysia di posisi 26, Singapura di posisi nomor 2," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini