TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Pilkada di Kota Solo cukup menarik perhatian publik, terutama terkait dengan langkah PDI Perjuangan.
Pada mulanya, terjadi dinamika terkait dengan penetapan calon yang akan maju dalam Pilkada Solo.
Saat itu ada dua bakal calon yang akan maju, yaitu Purnomo dan Gibran Rakabuming Raka.
Namun akhirnya keputusan PDI Perjuangan jatuh ke Gibran-Teguh.
Saat hal ini ditanyakan kepada Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih (TMP) Maruarar Sirait,
Dia menjawab bahwa inilah cerminan dan contoh proses demokrasi yang sangat menghargai dinamika.
Sebelum ada keputusan maka aspirasi-apirasi terbuka bebas untuk disampaikan.
Namun begitu sudah ada keputusan maka semuanya kompak dan solid mendukung keputusan tersebut, yaitu mendukung penuh Gibran.
"Inilah cermin indahnya demokrasi di Solo," kata Ara, demikian Maruarar disapa, ketika dikonfirmasi, Kamis (3/9/2020).
Maruarar pun memuji Ketua DPC PDI Perjuangan dan Walikoua Solo FX Hadi Rudyatmo.
Baca: Pesan Ganjar Pranowo untuk Gibran di Pilkada Solo: Harus Menang
Ia mengatakan bahwa Rudy merupakan kader senior partai yang sudah mengakar dan berpengalaman dalam politik sejak dari bawah.
"Pak Rudy itu sahabat sekaligus senior saya. Ia merupakan kader ideologis yang taat dalam berpartai," puji Ara.
Dalam memimpin Solo, Rudi-Purnomo, sambung Ara, telah berhasil menjadikan Solo menjadi kota yang indah, aman, bagus, ramah, pusat wisata dan kuliner serta dengan fasilitas kota yang lengkap.
Bahkan, sepuluh kali berturut-turut, Solo memperoleh penghargaan tertinggi dari pemerintah pusat dalam bidang penataan lalu lintas di kota besar, yaitu Wahana Tata Nugraha (WTN) Kencana.
Rudy juga mencatatkan Pemerintah Kota Solo menerima penghargaan wajar tanpa pengecualian (WTP) selama 10 tahun terakhir berturut-turut.
"Kita yakin Mas Gibran-Mas Teguh pasti akan meneruskan langkah maju Pak Rudy dan Pak Purnomo dalam memajukan kota dan mensejahterakan rakyatnya, ditambah dengan sentuhan dan inovasi anak muda," ungkap Ara.
Maruarar pun berterimakasih kepada kader-kader TMP Solo yang sudah merapatkan barisan dan kerja keras untuk mendukung Mas Gibran. Dukungan dari kader TMP ini penuh simpati dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.
"Semua kompak, bersatu dan solid memenangkan Mas Gibran-Teguh dengan penuh semangat dan kerja keras," demikian Ara.