News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penanganan Covid

Perkembangan Penanganan Covid-19 Per 29 November, Jokowi: Semuanya Memburuk

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Jokowi Widodo

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut menyoroti angka kesembuhan Covid-19 yang menurun di Tanah Air.

Padahal, Presiden selalu mengingatkan agar pelayanan bagi pasien Covid-19 terus ditingkatkan. Sehingga, angka kesembuhan terus meningkat.

Data per 29 November, kata Jokowi, menunjukan bahwa angka kesembuhan pasien virus Corona menurun di Indonesia.

Baca juga: Pakar: Vaksin Covid-19 Belum Tersedia untuk Anak-anak

Baca juga: United Airlines Mulai Terbangkan Vaksin Covid-19 Pfizer

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas terkait Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yanh disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (30/11/2020).

"Tingkat kesembuhan juga sama. Minggu yang lalu 84,03 (persen) sekarang jadi 83,44 persen," kata Jokowi.

Jokowi juga menyoroti kasus aktif Covid-19 di Tanah Air yang meningkat dalam sepekan terakhir ini.

"Hati-hati berdasarkan data yang saya terima 29 November, kasus aktif, kita sekarang ini meningkat menjadi 13,41 persen," kata Jokowi.

Meski angka kasus aktif Covid-19 di Indonesia masih di bawah rata-rata dunia, Presiden Jokowi mengingatkan bahwa angka tersebut lebih tinggi dari minggu lalu.

"Meskipun ini, ini lebih baik dari angka rata-rata dunia, tetapi hati-hati ini lebih tinggi dari rata-rata minggu yang lalu," ucap Jokowi.

"Minggu yang lalu masih 12,78 (persen). 12,78 (persen) sekarang 13,41 (persen)," jelasnya.

Kepala Negara pun menyebut, bahwa kasus aktif dan tingkat kesembuhan di Indonesia dalam posisi buruk di minggu terakhir ini.

Ia pun ingin mengetahui secara detail terkait kenaikan kasus aktif dan tingkat kesembuhan yang menurun.

"Ini semuanya memburuk semuanya. Karena adanya tadi, kasus yang memang meningkat lebih banyak di minggu-minggu kemarin," jelasnya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini