News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penanganan Covid

Survei: Pendukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 Cenderung Tak Percaya Vaksin Covid-19

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas kesehatan bersiap sebelum menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada pedagang di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta Pusat, Rabu (17/2/2021). Vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang diberikan untuk pekerja publik dan lansia itu dimulai dari pedagang Pasar Tanah Abang. Tribunnews/Herudin

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA—Pendukung Joko Widodo (Jokowi)-KH Maruf Amin di Pilpres 2019 lalu lebih percaya  vaksin Covid-19 daripada pemilih Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Pendukung Prabowo-Sandi 2019 itu cenderung tidak percaya vaksin (39,7 persen-red), efektivitas vaksin, ketimbang pendukung Pak Jokowi,” ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi saat merilis secara virtual hasil survei Indikator: ‘Siapa Enggan Divaksin? Tantangan dan Problem Vaksinasi Covid-19,’ Minggu (21/2/2021).

Hasil survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis Minggu (21/2/2021) menunjukkan 59,5 persen pendukung Jokowi-Maruf percaya pada vaksin. Sementara mereka yang tidak percaya 24,8 persen.

Baca juga: Alasan Tak Mau Divaksin, Tidak Halal Hingga Vaksinasi Harus Membayar

Sedangkan pendukung Prabowo-Sandi hanya 45,4 persen percaya vaksin Covid-19, selebihnya 39,7 persen tidak percaya.

Untuk meningkatkan target vaksin, dia menyarankan jangan hanya Jokowi terlalu ditonjolkan terkait program vaksinasi di Indonesia.

Ia mendorong Prabowo dan Sandiaga juga ditampakkan perannya dalam mempromosikan pentingnya vaksinasi.

“Ini saran saya kepada pemerintah yang divaksin atau yang ditonjolkan jangan hanya Presiden Jokowi, tetapi juga Pak Prabowo dan Sandiaga lakukan vaksin ramai-ramai,” jelasnya.

Dari temuan ini, imbuh dia, diketahui masalah vaksin bukan hanya soal teknis kesehatan, tetapi juga politik.

Baca juga: Menurut Survei, Ini Alasan Utama 41 Persen Orang Indonesia Tidak Mau Divaksin Covid-19

“Ini temuannya bahwa program vaksin ini bukan semata-mata problem teknis kesehatan, tetapi juga program politik, psikologi dan lainnya,” jelasnya.

Masih Tinggi Jumlah Masyarakat Tak Mau Divaksin

Hasil survei menunjukkan masih tingginya jumlah masyarakat Indonesia yang tidak bersedia divaksin.

Survei Indikator mencatat 41 persen masyarakat Indonesia tidak bersedia disuntikkan vaksin Covid-19, meskipun Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menjadi contoh bagi masarakat untuk pertama kalinya disuntikkan vaksin Covid-19.

Adapun rinciannya 39,1 persen masyarakat kurang bersedia dan 8,9 persen yang tidak bersedia divaksin.

“Meskipun survei dilakukan setelah Presiden sendiri langsung menjadi apa orang pertama yang untuk dipaksain itu masih banyak yang tidak bersedia. Totalnya itu 41 persen orang yang kurang bersedia atau sangat tidak bersedia,” paparnya.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini