News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Polemik Impor, Jokowi Janji Beras Petani akan Diserap Bulog

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Theresia Felisiani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi beras di gudang Bulog.

Tidak hanya dari luar pemerintahan, Impor beras yang dicetuskan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi juga mendapat sorotan dari dalam pemerintah. 

Pihak Kementerian Pertanian menyebut bahwa produksi beras nasional bakal surplus alias  berlebih sampai akhir Mei 2021.

Tidak hanya beras, komoditas lainnya yang surplus tersebut yakni jagung, kedelai, bawang merah, cabai, daging dan gula.

Tidak hanya dari Kementan, rencana impor beras juga mendapat sorotan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso.

Ia menilai, kebijakan impor beras tersebut tak sejalan dengan arahan Presiden untuk mencintai  produk dalam negeri.

"Pak Presiden bahkan bilang cintailah produk dalam negeri artinya utamakan produksi dalam negeri. Saya pegang pembicaraan itu. Tapi belum apa-apa kok kita malah menyatakan impor beras, apalagi ini lagi masa panen," Kata Buwas.

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (tengah) memanen padi bersama jajaran rektorat Universitas Sebelas Maret di Sukoharjo, Jumat (21/6/2019) (TRIBUN JATENG/DANIEL ARI PURNOMO)

Ketidaksetujuan atas rencana impor beras tersebut juga disampaikan sejumlah kepala daerah.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengusulkan pemerintah pusat menunda impor beras.

Alasannya impor berpotensi membuat harga beras lokal turun, sehingga mengancam kesejahteraan petani. 

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menilai keputusan rencana impor beras oleh Kemendag terlalu dini.

Senada dengan Ridwan Kamil, menurut Ganjar impor sebaiknya dilakukan setelah panen raya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini