News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kata Mantan Napi Terorisme: Sekarang Belajar Bikin Aksi Teror Cukup dari Media Sosial

Penulis: Gita Irawan
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Rumah yang digeledah oleh Densus 88 di Jalan Suryadiningratan, Kampung Kumendaman, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Minggu (4/4/2021).

"Kita bisa lihat bagaimana Zakiah Aini maupun si Lukman pada bom Makassar."

"Itu juga terlihat daripada salafi jihadinya itu misalnya jangan ikut pemilu, bahwa pemilu melahirkan hukum-hukum buatan manusia."

"Kemudian melahirkan kemusyrikan, jauhi riba, dan lain sebagainya, ini kan narasi-narasi yang sebetulnya dikembangkan oleh kelompok fenomena hijrah," kata Sofyan.

Sofyan menjelaskan kelompok tersebut meyakini untuk memahami Al Quran dan Hadits bisa dilakukan tanpa harus memiliki perangkat keilmuan yang cukup.

Pola beragama tersebut, kata Sofyan, tampak dari sebagaian masyarakat urban yang enggan mengaji dan mengkaji Al Quran dan Hadits secara urut dan runut.

Sofyan jug mengatakan kebanyakan para teroris tidak memiliki mazhab atau referensi keilmuan.

Bahkan sebagaian, kata Sofyan, bersikap anti mazhab.

"Nah mereka, masyarakat urban ini kan tidak pernah belajar mengaji runut dan urut."

"Sehingga mereka lagi-lagi salah paham. Ini dimulai dari sini sebetulnya," kata Sofyan.

Berita terkait

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini