Laporan Wartawan Tribunnews.com, Malvyandie
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi covid-19 membuat masyarakat Indonesia harus selalu menjaga jarak dan tidak sering melakukan mobilitas di setiap waktu dan tempat.
Homeschooling atau sekolah berbasis belajar di rumah menjadi sebuah solusi bagi orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya mengingat angka penyebaran virus covid-19 pada anak masih tergolong tinggi menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Anggota DPR Minta Kemdikbudristek Segera Putuskan PJJ
Selain mencegah penyebaran covid-19, kini dengan hadirnya homeschooling dapat menjadi jalan bagi orang tua untuk memperkuat perannya sebagai pendidik utama dalam kehidupan seorang anak.
Homeschooling pun dapat memberikan komunikasi yang efektif antara guru dan orang tua dalam membahas program pembelajaran anak. CEO Homeschooling Entrepreneur (HSE), Hangga Pramudyanto.
Baca juga: Kemendikbudristek: Sekolah di Zona Merah Tetap PJJ
“HSE tercipta sebagai homeschooling yang sudah bereputasi secara nasional dan mempunyai komitmen untuk mencetak entrepreneur-entrepreneur muda yang mandiri dan kreatif dengan mengkolaborasikan kemampuan otak kanan dan kiri siswa. HSE saat ini telah memiliki program pembelajaran setara level SD, SMP, dan SMA. Dan kami tanamkan mental dan pola pikir entrepreneurship sejak dini. Ini diperlukan untuk melawan pandemi dan turut berkontribusi untuk meningkatkan perekonomian kita ke depannya,” ujar Hangga pada keterangannya di Jakarta Selasa (13/7/2021).
Baca juga: Sinyal Internet Jadi Kendala Utama PJJ, Guru di Wonosobo Dukung Nadiem Makarim Gelar PTM
Hangga menyampaikan bahwa Homeschooling Entrepreneur miliknya memiliki kurikulum yang relatif sama dengan kurikulum standar nasional, akan tetapi metode pembelajarannya lebih beragam, yakni secara tatap muka, individual ke siswa atau secara privat, dan sistem jarak jauh (Distance Learning).
"Terdapat banyak keunggulan yang ditawarkan HSE kepada orang tua siswa. Mulai dari pembelajaran yang berbasis kewirausahaan, asesmen potensi intrinsik dan minat bakat siswa, gratis konseling pendidikan, proses pembelajaran yang fleksibel. Ini menjadi nilai tambah kita," ujar Hangga.
COO HSE M. Arif Fuaddin menambahkan bahwa dalam mendukung visi sebagai homeschooling berbasis entrepreneurship, HSE juga menghadirkan ragam kegiatan pembelajaran yang tidak hanya berbasis di dalam kelas dan kognitif saja, namun juga kegiatan di luar kelas dan berbagai program pengembangan skill siswa.
“Terdapat kelas vokasi yang berfungsi untuk membantu siswa di HSE untuk mendapatkan kompetensi dalam skill yang berguna bagi mereka sebagai calon entrepreneur muda, seperti public speaking, marketing strategy, digital marketing, dan sebagainya,” ujar Arif.
Arif yang saat ini juga menjabat sebagai Pengurus Pusat ASAHPENA (Asosiasi Sekolah Rumah dan Pendidikan Alternatif) Indonesia mengatakan nantinya siswa akan dibina oleh staf pengajar dan tim yang sudah berpengalaman di bidangnya plus tutor-tutor dari pakar entrepreneurship yang sukses di bisnisnya.
"Ini menjadi pilihan yang tepat di tengah ketidakpastian kondisi pandemi di Indonesia saat ini. Staf pengajar kami juga sudah berpengalaman dan memang memiliki background yang tepat sesuai dengan pelajaran yang akan diiajarkan nantinya. Kami sudah membuka cabang di Jakarta, Yogyakarta, Bali, dan Solo."