"Sejalan dengan itu tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja presiden dalam menangani pandemi mayoritas puas terhadap kinerja Presiden Jokowi, namun, beberapa bulan terakhir mengalami penurunan cukup tajam," kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan saat penyampaian hasil survei LSI secara daring, Minggu (18/7/2021).
Baca juga: Survei LSI: Mayoritas Masyarakat Indonesia Minta Pemerintah Setop PSBB
Hal ini kata Djayadi menjadi satu di antara tantangan berat untuk pelaksanaan PPKM darurat yang mulai dilaksanakan pemerintah sejak awal Juli.
Sebab kata dia, kondisi ini juga akan berdampak pada keadaan perekonomian masyarakat terlebih pada masa kebijakan PPKM Darurat seperti saat ini.
"Pembatasan mobilitas masyarakat bila tidak dibarengi dengan bantuan yang cukup bagi yang terdampak secara ekonomi kemungkinan mendapatkan tentangan oleh masyarakat di lapangan," ucap Djayadi.
Lebih lanjut, LSI juga menyampaikan grafik terkait dengan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Jokowi dalam penanganan pandemi Covid-19 ini.
Di mana dalam grafik tersebut dijelaskan kalau, pada Agustus 2020 sebanyak 65,5 persen masyarakat puas dengan kinerja Presiden Jokowi, setelah itu turun pada September 2020 dengan hanya 64 persen yang merasa puas.
Setelah itu, pada Oktober 2020 angkanya kembali turun menjadi 57,9 persen, lalu sempat naik pada November dan Desember 2020 yakni 66,4 persen dan 68,9 persen.
Namun, pada Juni 2021, angka itu kembali turun menjadi 59,6 persen.
"Mayoritas puas terhadap kinerja Presiden dalam menangani wabah COVID-19. Namun, kepuasan tersebut mengalami penurunan dalam enam bulan terakhir," kata Djayadi.
Baca juga: Survei LSI: Masyarakat Yang Tidak Bersedia Disuntik Vaksin Covid-19 Beralasan Takut Efek Samping
Tak hanya pada kinerja, dalam survei LSI juga ditemukan menurunnya tingkat kepercayaan masayarakat terhadap kemampuan Presiden Jokowi dalam menangani pandemi Covid-19.
Dalam grafiknya, persentase itu terus menurun dalam empat bulan terakhir ini.
Di mana pada September 2020 tingkat kepercayaan masyarakat berada pada angka 60,6 persen, lalu turun pada November 2020 menjadi hanya 60 persen.
Angka tersebut kembali turun pada Februari 2021 yakni menjadi 56,5 persen dan kembali menurun secara tajam pada Juni 2021 menjadi hanya 43 persen.
"Tingkat kepercayaan pada kemampuan presiden dalam menangani COVID-19 cenderung turun dalam empat bulan terakhir," tukas Djayadi.
Baca juga: Jokowi Ingatkan Jajarannya Hati-hati Saat Berkomunikasi Dengan Publik Terkait PPKM Darurat
Sebagai informasi, survei ini sendiri dilakukan pada 20 hingga 25 Juni 2021 dengan melibatkan sekitar 1.200 responden.
Dengan asumsi metode simple random sampling, memiliki toleransi kesalahan (margin of error atau MoE) sekitar ±2.88 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Sampel ini berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.