Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Melakukan refleksi pada hari-hari penting merupakan kebiasaan yang baik.
Terlebih menutup tahun yang masih diliputi suasana pandemi Covid-19.
Refleksi dilakukan atas perjalanan yang sudah dilalui, seraya menata hati dan pikiran untuk menempuh perjalanan ke depan.
Padepokan Kalisoga, yang berada di desa Slatri, kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes mengadakan refleksi dalam bentuk Kidung Ruwatan.
Ki Dalang Tarto Wijo Wasito membawakan kidung yang berisi doa-doa dan nasihat untuk terus hidup bermakna.
Sejumlah penyair membawakan puisi yang membangun semangat menjaga kepatutan dan moral.
Baca juga: Sudirman Said: Reputasi PMI Harus Dijaga dengan Kinerja dan Organisasi yang Sehat
“Hampir dua tahun dunia dilanda wabah dahsyat bernama covid-19. Narasi yang dikumandangkan Ki Dalang Tarto penuh makna agar kita kembali memperkuat nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Sudirman Said, Ketua Institut Harkat Negeri (IHN), lembaga kajian yang menaungi Padepokan Kalisoga lewat keterangan tertulis, Kamis (23/12/2021).
Sudirman mengatakan krisis sering kali membuka topeng-topeng perilaku kita.
Dalam tekanan krisis seperti yang dialami akibat pandemi, watak asli manusia tampil sempurna.
Ada yang menampilkan solidarias dan kedermawanan, ada yang menampilkan keserkahan dan sikap aji mumpung mengambil kesempatan dalam kesempitan orang banyak.
“Kita menyaksikan banyak kejadian, justru watak saling membantu, solidaritas, kedermawanan ditampilkan oleh kalangan masyarakat kebanyakan. Sebaliknya banyak orang di puncak-puncak kekayaan dan kekuasaan justru menampilkan watak serakah dan aji mumpungnya,” tutur pegiat anti korupsi ini.
Karena itu, tambahnya, di antara warga negara terutama yang bergerak dalam komunitas masyarakat sipil, harus terus saling mengingatkan.
Baca juga: Sudirman Said: Kaum Muda Kita Canggih dan Berpikir Global
“Kegiatan Kidung Ruwatan yang menghadirkan sejumlah seniman dan budayawan semoga dapat menjadi sarana saling mengingatkan, untuk kembali pada nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.
Acara yang digelar bertepatan dengan hari Ibu, 22 Desember 2021, dihadiri oleh tokoh masyarakat, Kepala Desa, dan para penggiat seni kebudayaan.
Baca tanpa iklan