Salah satu teman Sahdi kemudian meminta berhenti untuk buang air kecil.
Sesaat selesai buang air kecil, dia melihat para korban sudah tersungkur dan bersimbah darah. Pelaku langsung berhamburan meninggalkan korban.
Selain Pratu Sahdi, satu orang yang merupakan warga sipil berinisial SM ikut menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Saat ini, korban SM diketahui dalam kondisi kritis dan mendapatkan bantuan medis dari Rumah Sakit Atmajaya, Jakarta Utara.
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Wibowo mengatakan pelaku pengeroyokan terhadap Pratu Sahdi dan dua warga sipil berjumlah enam orang.
Hal itu diketahui polisi setelah memeriksa tiga orang saksi. Ketiga saksi menyatakan bahwa pelaku berjumlah enam orang. Sedangkan korbannya tiga orang, yakni satu dari anggota TNI yang meninggal dunia dan dua dari masyarakat.
"Kami sudah amankan tiga orang. Satu sudah dijadikan tersangka berinisial R, dua orang sebagai saksi," kata Wibowo melalui keterangan resminya yang dikutip pada Selasa (18/1).
Wibowo mengatakan satu tersangka berinisial R yang saat ini ditahan di Polsek Penjaringan merupakan bukanlah pelaku penusukan.
Namun, R ikut membantu dalam pengeroyokan korban Pratu Sahdi.
"Perlu kami sampaikan peran R ini membantu memiting korban ketika korban ini dipukul oleh tersangka B," kata Wibowo.
Wibowo menambahkan, R dibekuk di kawasan Pademangan, Jakarta Utara. Selanjutnya, tersangka yang menusuk korban S hingga meninggal dunia adalah pria berinisial B.
Kini B dan keempat tersangka pengeroyokan lainnya masuk daftar pencarian orang (DPO).
"Tersangka B dan lima rekannya berstatus DPO. Tersangka B ini yang melakukan penusukan terhadap korban hingga mengakibatkan korban meninggal dunia," ucap Wibowo.
Wibowo meminta masyarakat terus mempercayakan serta mendoakan polisi agar bisa menangkap seluruh tersangka dan menyelesaikan penyelidikan kasus ini.