Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam
TRIBUNNEWS.COM, NGAWI - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menyampaikan peran penting umat Islam menghadapi pandemi Covid-19 di Indonesia.
Pria yang akrab disapa Gus Muhaimin itu bersyukur saat ini kasus Covid-19 di Indonesia yang mulai terkendali, dan berharap Indonesia akan memasuki masa endemi.
Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan di acara silaturahmi Pondok Pesantren Al-Hidayah Sondriyan, Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (5/3/2022).
"Hari ini alhamdulillah pandemi sudah mulai berkurang, insyaallah sebentar lagi endemi dan berakhir semua virus Corona," kata Gus Muhaimin.
Gus Muhaimin mengungkapkan, Indonesia sempat mengalami darurat kesehatan, lantaran sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk obat-obatan harus diimpor dari luar negeri.
Tak hanya itu, ekonomi juga ikut terdampak akibat adanya pandemi ini.
Baca juga: Gus Muhaimin Ziarah ke Makam Didi Kempot di TPU Desa Majasem, Kecamatan Kendal, Ngawi
"Dua masalah besar yang harus diatasi kesehatan kemandirian dalam negeri dan yang kedua adalah ekonominya terus mengalami masa sulit," ujarnya.
Atas dasar itu, menurut Wakil Ketua DPR RI ini pandemi dapat diatasi jika seluruh masyarakat Indonesia kompak, termasuk kekuatan dari para Nahdliyin.
"Sebagai umat terkuat, terkokoh, tersolid di dunia itu Indonesia. Bahkan umat Islam Indonesia dikategorikan paling siap menghadapi tantangan zaman, tantangan global," ucapnya.
"Ini hebatnya para wali. Bela NU otomatis bela Islam, tapi ne ono opo-opo terhadap NU gak ngerusak Islam dan gak ngerusak ahli sunnah wal jamaah," lanjutnya.
Lantas, dia menyinggung nama Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, di mana kini organisasi FPI telah dibubarkan pemerintah.
"Beda dengan saudara kita yang sedikit-sedikit bela Islam, bela Islam, ya ne ono masalah sing Islam kena juga. Contohnya Habib Rizieq. Habib Rizieq tuh kurang luar biasa apa? Akhirnya kepentok juga dan menjadi sulit buat FPI, pembela Islam kok lemah? Itu bukan pembela namanya," ujarnya.
"Gimana nggak lemah? Sekarang sulit posisinya, bentrok apa segala macem, mengalami bentrokan dengan pemerintah dan seterusnya," imbuhnya.
Gus Muhaimin membandingkan dengan Nahdlatul Ulama (NU) yang mendukung program pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19.
"Kalau NU, enak NU. Dan alhamdulillah vaksinasi di Indonesia enggak akan berhasil tanpa dukungan oleh keluarga besar kita. Makanya pemerintah butuh umat Islam karena umat Islam yang mensukseskan dan menopang lancar dan cepatnya proses pembangunan," ujarnya.