News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Menteri BUMN Jelaskan Perkembangan Program PNM di Sumbagsel yang Terus Meningkat

Penulis: Malvyandie Haryadi
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri BUMN Erick Thohir

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Malvyandie Haryadi
 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir terus berupaya mendorong pemerataan ekonomi di daerah-daerah.

Hal itu setidaknya coba dilakukan lewat berbagai program-program yang menyasar langsung ke masyarakat kalangan menengah ke bawah.

Dua program andalan Erick Thohir yang saat ini dirasakan oleh masyarakat kecil adalah pertashop dan PNM Mekaar kepada ibu-ibu rumah tangga.

Untuk program pertashop, hampir seluruh daerah telah merasakannya, termasuk di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

Baca juga: Erick Thohir: Kita Harus Mempunyai Ekosistem dan Roadmap Digital Sendiri

“Kita sekarang mendorong pertashop tidak lagi dimiliki Pertamina, kita sudah mendorong 10 ribu Pertashop, 4600 sudah terjadi, dan kita berikan kepada siapa, pengusaha daerah, pesantren dan HIPMI kita dorong,” kata Erick Thohir saat memberikan sambutan di acara silaturahmi Masyarakat Profesional (Maspro) Sumbagsel di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Sabtu (12/3/2022).

Dikatakan Erick, penyebaran pertashop di wilayah Sumbagsel saat ini hampir menyentuh angka seribu, dan para penerima program pertashop ini adalah pengusaha kecil dari daerah dengan tujuan meningkatkan kelas dan ekonomi merata di seluruh daerah.

“Khususnya di Sumbagsel ini datanya ada, sudah 961 unit pertashop karena buat kita penting membangun pengusaha lokal, dan pengusaha lokal bisa naik kelas,” ujarnya.

Dijelaskan Erick, bantuan pertashop yang diberikan oleh pemerintah lewat Kementerian BUMN kepada pengusaha lokal ini tanpa anggunan, dan bantuan tersebut diberikan langsung oleh Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara).

Namun, pemberian bantuan tersebut tidak asalan, harus kepada mereka yang track recordnya baik.

“Ini investasi Rp 254 juta tanpa anggunan dari Himbara, asal track recordnya bagus. Jangan sampai tanpa anggunan tapi track recordnya jelek, ya gak bisa mohon maaf, tapi kalau bagus pasti tanpa anggunan,” ujarnya.

“Dan kalau ini ditanya sudah 961 terjadi ini yang kita dorong supaya ekonomi merata,” imbuhnya.

Selain program pertashop, orang nomor satu di Kementerian BUMN ini juga memaparkan terkait perkembangan program PNM Mekaar di wilayah Sumbagsel yang terus meningkat.

Saat ini, secara nasional perkembangan PNM Mekaar sudah menyentuh angka 12,7 juta nasabah, dan untuk Sumbagsel sendiri sebanyak 1,44 juta nasabah dengan total bantuan dana Rp 5,74 triliun.

“Program PNM Mekaar untuk ibu-ibu di desa ini luar biasa, dulu empat tahun total nasabahnya 5,6 juta setelah kita dorong, kita perbaiki sistemnya sekarang dari 5,6 juta tumbuh ke 12,7 juta,” ucapnya.

“Pinjaman ibu-ibu Rp 1-4 juta dengan tingkat kemacetannya 0,13 persen. Program ini bapak-bapak harus perhatikan, karena target kita dari 12,7 juta menuju 20 juta dan di Sumbagsel ini sudah ada Rp 5,74 triliun dengan 1,44 juta nasabah potensi yang luar biasa,” lanjutnya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini