Pada sidang Kamis (24/4/2022) di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, Priyanto dituntut hukuman penjara seumur hidup dan pidana tambahan berupa pemecatan dinas dari TNI AD
Tuntutan pembunuhan berencana itu karena berdasar keterangan saksi fakta dan ahli, Handi masih hidup saat dibawa masuk ke dalam mobil dinaiki Priyanto lalu dibuang ke Sungai Serayu.
Penulis: Bima Putra
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Besok Oditur Militer Beri Bantahan Atas Pleidoi Kolonel Priyanto di Perkara Sejoli Nagreg
Baca tanpa iklan