"Demikian pula di tanah air, mungkin benar bahwa ketimpangan masih menjadi masalah bagi bangsa kita ini, tentu tidak melupakan sesuatu hal yang tidak asing bagi kita bahwasanya dengan data yang menyebutkan 60 persen aset nasional negeri ini hanya dikuasai oleh satu persen penduduknya, sebuah kenyataan yang tidak pelru dibantah," katanya.
Lebih lanjut, persoalan ketimpangan tersebut menjadi pekerjaa rumah semua pihak.
Namun, menjadikan kenyataan tersebut sebagai dalih penggunaan politik identitas yang buruk, merupakan suatu kecerobohan.
"Ini tentu menjadi suatu kecerobohan, terlalu mahal harga yang barus dipertaruhkan jika hanya untuk mendapatkan kemenangan di pemilu kita harus mengorbankan bangun kebangsaan yang berpuluh tahun kita jaga selama ini," tandasnya.
Baca tanpa iklan