News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kapal Glory Mary Kandas di Perairan Moronge, 202 Penumpang dan 17 ABK Berhasil Diselamatkan

Penulis: Mario Christian Sumampow
Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TNI AL mengevakuasi penumpang dan ABK KM Glory Mary yang kandas di sekitar Perairan Moronge atau Pulau Salibabu, Kabupaten Kepulauan Talaud, Selasa (23/8/2022) lalu.

Laporan wartawan Tribunnews, Mario Christian Sumampow

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 202 penumpang dan 17 anak buah Kapal Motor (KM) Glory Mary yang kandas saat berlayar dari Manado, Sulawesi Utara, menuju Kepulauan Talaud berhasil di selamatkan.

Diketahui, kecelakaan kapal tersebut terjadi di sekitar Perairan Moronge atau Pulau Salibabu, Kabupaten Kepulauan Talaud, Selasa (23/8/2022) lalu.

Kapal kandas ini dikarenakan cuaca buruk, hujan, dan kabut.

Ssehingga, visualisasi ke darat terganggu dan membuat kapal tidak bisa dikendalikan.

Setelah menerima informasi adanya kecelakaan kapal, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Melonguane segera melakukan Search and Rescue (SAR) dengan menurunkan sea rider dan tim kesehatan menuju ke lokasi kecelakaan.

Baca juga: TNI AL Kirim Sea Rider dan Tim Kesehatan Saat Evakuasi KM Glory May yang Kandas di Kepulauan Talaud

“Setelah tim SAR TNI AL Lanal Melonguane berhasil menjangkau posisi KM Glory Mary, Tim SAR Lanal Melonguane dengan dibantu TNI/Polri dan masyarakat setempat melakukan evakuasi para penumpang menggunakan speed boat menuju ke daratan,” ujar Dispenal dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/8/2022).

Dikutip dari Tribun Manado, informasi terbaru Kapolres Talaud AKBP Dandung Putut Wibowo mengatakan sejauh ini pihaknya tengah berupaya melakukan penyelidikan yang sebatas interogasi.

Baca juga: Hilang 2 Hari, Nelayan Ini Ditemukan Tak Bernyawa di Pesisir Pantai Melonguane Kepulauan Talaud

"Karena kita mengutamakan evakuasi terkait kelalaian belum kita dapatkan, dikarenakan pada saat kapal lepas dari garis radar JPS nahkoda, hanya sesaat selesai berdoa di kapal dan dilanjutkan buang air kecil karena kapal mau bersandar di lirung tiba-tiba anjungan depan bergeser 0,5 derajat bujur timur," jelasnya kepada Tribun Manado pada Rabu (24/8/2022).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini