News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Hari Pahlawan

Daftar 15 Pahlawan Nasional Wanita: 17 Tahun Perang, Tuli Seumur Hidup hingga Gugur Ditembak Belanda

Penulis: garudea prabawati
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kolase Tribunnews: (Dari kiri ke kanan) Rohana Kuddus, Andi Depu, Opu Daeng Risadju, dan RA Kartini.

2. Nyi Ageng Serang

Nyi Ageng Serang (Kolase Wikipedia)

Nyi Ageng Seran lahir tahun 1752 di Desa Serang.

Ayahnya adalah Bupati Serang yang kemudian diangkat menjadi Panglima Perang oleh Sultan Hamengkubuwono I.

Saat Perjanjian Gianti tahun 1755, Belanda justru menyerang Desa Serang, pada saat itu Nyi Ageng Serang telah dewasa dan ikut berperang menghadapi Belanda.

Ia tertangkap dan dibawa ke Yogyakarta tetapi dikembalikan lagi ke Serang.

Nyi Ageng Serang kemudian bergabung dengan pasukan Diponegoro (1825-1830).

Saat menjadi pasukan Diponegoro, pasukan Serang yang tangguh pernah ditugaskan Diponegoro untuk mempertahankan daerah Prambanan.

Ketika itu Nyi Ageng Serang sudah tua, sehingga terpaksa dibawa dengan tandu.

Dalam berperang Nyi Ageng Serang menggunakan teknik daun lumbu atau daun keladi hijau.

Pasukannya berkerudung daun lumbu, sehingga dari kejauhan tampak seperti tanaman keladi, namun bila musuh mendekat diserang habis-habisan.

Nyi Ageng Serang meninggal dalam usia 76 tahun pada tahun 1828 dimakamkan di Desa Beku, Kulon
Progo, Yogyakarta.

3. Martha Christina Tiahahu

Martha Christina Tijahahu (Via Surya.co.id) ((Via Surya.co.id))

Martha Christina Tiahahu lahir kurang lebih tahun 1800 di Nusa Laut Kepulauan Maluku.

Ia anak sulung Kapitan Paulus Tiahahu.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini