2. Hogere Kweekschool Bond (HKSB),
3. Persatuan Guru Bantu (PGB),
4. Perserikatan Guru Desa (PGD),
5. Persatuan Guru Ambachtsschool (PGAS),
6. Katolieke Onderwijsbond (KOB),
7. Christelijke Onderwijs Vereneging (COV),
8. Vereneging Van Muloleerkrachten (VVM), dan
9. Nederlands Indische Onderwijs Genootschap (NIOG)
Pada tahun 1932, Persatuan Guru Hindia Belanda diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI).
Perubahan nama itu membuat pihak Belanda terkejut, karena kata “Indonesia” mencerminkan semangat kebangsaan yang tidak disukai oleh Pemerintah Hindia – Belanda.
Pada masa pendudukan Jepang, segala organisasi dilarang termasuk Persatuan Guru Indonesia.
Sekolah ditutup dan Persatuan Guru Indonesia tidak dapat lagi melakukan aktivitas.
Hingga kemudian semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 menjiwai pelaksanaan Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24 – 25 November 1945 di Surakarta.
Hasil kongres tersebut salah satunya adalah membentuk PGRI pada tanggal 25 November 1945.