Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate menegaskan pertemuan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di London tak membahas soal isu reshuffle kabinet.
"Apalagi kalau ngomong reshuffle, ngomong reshuffle terlalu jauh. Omong reshuffle itu haknya Bapak Presiden, bukan haknya para menteri," kata Plate di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (16/1/2023).
Plate meminta agar pertemuan itu tidak dimaknai sebagai agenda pembahasan Pilpres 2024.
Pasalnya, pada 2024 tidak hanya agenda Pilpres 2024, tetapi juga pemilihan legislatif dan pemilihan kepala daerah.
"Kalau masih bisa bertemu, itu baik. Apalagi kalau yang bertemu para tokoh-tokoh sesenior mereka yang punya komitmen yang tinggi untuk Indonesia," kata Plate.
Baca juga: Pengamat Sebut Wacana Reshuffle Menteri Nasdem Cenderung Politis
Sebelumnya, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bertemu dengan Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Pertemuan itu terjadi pada Desember 2022, lalu. Di mana, keduanya bertemu saat sedang berada di Eropa.
Momen pertemuan Surya Paloh dan Luhut itu terungkap lewat unggahan media sosial Istagram dari politikus Partai NasDem Peter F Gontha pada Jumat (13/1/2022).
Baca juga: Diisukan Jadi Target Reshuffle, Ini Kata Tiga Menteri dari NasDem
Dalam pertemuan tersebut, Surya Paloh terlihat mengenakan setelan pakaian serba hitam. Sedangkan Luhut memakai jas bernuansa gelap.
Keduanya terlihat tengah berjalan sambil membicarakan sesuatu.
Di unggahan lainnya, Peter Gontha terlihat duduk di sebelah kiri Luhut, sedangkan Surya Paloh persis duduk di seberang Luhut.
Hidangan ringan serta minuman juga menemani pertemuan itu. Jika dilihat dari foto, pertemuan tersebut berlangsung pada malam hari.
Baca juga: PKS Sebut NasDem Belum Usulkan Khofifah ataupun Yenny Wahid Jadi Cawapres Anies Baswedan
Dalam unggahannya itu, Peter Gontha menyebut bahwa sosok Surya Paloh dan Luhut sebagai nasionalis sejati, meski berbeda soal penerus Presiden Joko Widodo (Jokowi) di 2024.
"Pada tanggal 13 Desember 2022 yang lalu juga sudah ada pertemuan antara LBP dan SP di Eropa. Mereka dua duanya adalah nasionalis sejati, meski mempunyai pandangan yang berbeda terhadap siapa yang harus menjadi penerus pemerintahan sesudah Presiden Joko Widodo," tulis Peter Gontha seperti dikutip, Sabtu (14/1/2023).
Peter Gontha juga menyebut, bahwa Surya Paloh dan Luhut tidak ingin Indonesia masuk dalam perangkap ekstremisme kanan ataupun kiri.
Kedua-duanya, kata Peter, menegaskan akan menjunjung tinggi Pancasila, bukan hanya ucapan tapi perilaku dan pandangannya.
"Hanya saja approach mereka berbeda, namun tujuannya sama. Kedua-duanya tulus ingin agar stabilitas terjaga, meski mempunyai 'jagoan' yang berbeda," terang Peter.
Peter menyebut perbedaan opini merupakan hal biasa.
Dia pun bahwa biarlah waktu yang menjawab soal teka-teki siapa pemimpin 2024, mendatang.
"Maju terus pemimpin pemimpin bangsa, biar waktu yang menentukan siapa yang dipilih rakyat. Tapi siapapun yang terpilih, berdua LBP dan SP harus menjaga agar keutuhan bangsa kita terjamin, itu harapan saya," jelas Peter.