“Budaya patriarki masih menjadi penghalang besar. Kita ingin perempuan dan anak ikut menjadi subyek, terlibat dalam pembangunan. Mulai dari perencanaan hingga eksekusi," tutur bintang.
Bintang menghimbau pada masyarakat untuk beri perempuan dan anak kesempatan untuk mengeluarkan pendapat.
Perempuan dan anak perlu terlibat dalam rencana desa.
"Mereka (perempuan dan anak) yang lebih tahu masalah mereka, apa yang mereka butuhkan dan solusi yang terbaik," kata Bintang lagi.
Selain itu, DRPPA ini sekaligus juga merupakan upaya untuk menghilangkan stigma pada perempuan bahwa perempuan tidak bisa memimpin.
Pihaknya ingin melihat sejauh mana kemampuan perempuan saat menjadi pemimpin dan prestasi apa saja yang bisa dihasilkan.
"Hal ini yang kita ingin tunjukkan kepada para delegasi dari negara anggota ASEAN dan observer (pengamat) bahwa kesejahteraan dimulai dari pemberdayaan perempuan,” tutup Bintang.
Baca tanpa iklan