Anas juga meminta pihak yang telah zalim tersebut tidak mengulangi perbuatannya kepada anak bangsa lainnya.
"Itu bukan sesuatu bagi saya. Tetapi cara taubat baik jangan mengulangi lagi."
"Kemudian minta maaf pada yang menciptakan manusia. Menciptakan kita semua. Minta maaf kalau saya bergetar soal ini," tambah dia.
Anas tak membeberkan secara rinci siapa pihak yang disebutnya telah melakukan kezaliman hukum itu.
Dirinya hanya menyatakan masalah ini menjadi hal yang mendasar dalam bernegara.
Sebab, baginya, mahkota hukum adalah keadilan yang juga telah dirancang para pendiri negara.
"Karena itu hukum tidak boleh diperalat, hukum tidak boleh menjadi alat untuk menyingkirkan siapa pun," ungkap Anas Urbaningrum.
(Tribunnews.com/Nuryanti/Fersianus Waku) (Kompas.com/Dian Erika Nugraheny) (Wartakotalive.com/Desy Selviany)
Berita lain terkait Munaslub PKN