Deretan Curhatan Megawati: dari Soal MA Anulir Hukuman Mati Sambo hingga Hubungan dengan Jokowi

Penulis: Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri saat memberikan kata sambutan sebelum menerima penghargaan sebagai Inspirator dan Penggerak Cegah Stunting di Indonesia di kawasan Palmerah, Jakarta Pusat, Senin (17/7/2023). Megawati curhat saat berpidato dalam acara sosialisasi buku di hotel The Tibrata, Jakarta pada Senin (21/8/2023) dari soal Sambo hingga Jokowi. Tribunnews/Jeprima
Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri saat memberikan kata sambutan sebelum menerima penghargaan sebagai Inspirator dan Penggerak Cegah Stunting di Indonesia di kawasan Palmerah, Jakarta Pusat, Senin (17/7/2023). Megawati curhat saat berpidato dalam acara sosialisasi buku di hotel The Tibrata, Jakarta pada Senin (21/8/2023) dari soal Sambo hingga Jokowi. Tribunnews/Jeprima

"Ibu nih kalau ngomong ces pleng, lho saya yang membuatnya (KPK) kok," kata Megawati.

Bandingkan Gaya Hidup Mewah Rafael Alun, Megawati: Saya Anak Presiden Mobil Cuma Satu

Megawati pun turut mengomentari soal gaya hidup mewah dari keluarga tersangka kasus dugaan gratifikasi, Rafael Alun Trisambodo.

Ia membandingkan gaya hidup rafael dengan dirinya yang menjadi putri dari Presiden pertama RI, Soekarno yang hanya memiliki satu mobil keluarga.

"Saya sebagai anak presiden dulu begitu bapak saya mengajarkan kerakyatan bagi kami, mobil kita cuma satu. Wah sekarang anaknya (Rafael) gile loh," kata Megawati.

Semasa kecil, Megawati mengaku ayahnya kerap menasehatinya di meja makan soal hidup sederhana sebelum makan bersama.

Ia menyebut Bung Karno mewanti-wanti agar anak-anaknya hidup secukupnya karena masih banyak masyarakat miskin di Indonesia.

"Bapak saya ngomong 'kalau kamu ngambil makanan ambil seperlunya, kalau nanti masih mau lagi baru nambah. Jangan kamu ambil tapi tidak dihabiskan, rakyat kita masih banyak yang miskin kamu tahu enggak?'," ujar Megawati.

Megawati lantas menilai bahwa kasus Rafael merupakan cermin berkembangnya watak individualistik di kalangan masyarakat dewasa ini.

"Mobil saya bersaudara kalau ke sekolah cuma satu, bayangkan pada waktu itu, ini setelah merdeka kalian itu mulai mempunyai watak individualistik. individualisme, watak keakuan," ujarnya.

Ada Isu Hubungan dengan Jokowi Tidak Serasi, Megawati: Pinter Aja Orang yang Ngomong

Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri saat memberikan kata sambutan sebelum menerima penghargaan sebagai Inspirator dan Penggerak Cegah Stunting di Indonesia di kawasan Palmerah, Jakarta Pusat, Senin (17/7/2023). Penghargaan itu merupakan kolaborasi antara Tribun Network bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk memberikan apresiasi kepada tokoh-tokoh nasional yang berjasa dan peduli pada gerakan cegah stunting di Indonesia. Megawati sebagai penerima penghargaan inspirator dan penggerak cegah stunting dinilai telah berhasil menggerakkan seluruh kepala daerah di Indonesia serta para kader perempuan untuk bergotongroyong dan bersama-sama mencegah stunting. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Pada kesempatan yang sama, Megawati pun turut mengomentari soal isu renggangnya hubungan dengan Jokowi.

"Sekarang ramai-ramai gitu, 'kayaknya antara Pak Jokowi dan Bu Mega itu sudah tidak serasi lagi', hehe, pinter aja orang yang ngomong," ujarnya.

Namun, ia pun menepis anggapan tersebut dengan dibuktikan lewat dirinya masih berbincang-bincang dengan Jokowi saat peringatan HUT ke-78 RI di Istana Kepresidenan pada Kamis (17/8/2023).

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini