News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Legislator NasDem: 2024 Jakarta Utara Harus Bebas Narkoba

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wakil Ketua Komisi III DPR RI asal Dapil Jakarta Utara dan Jakarta Barat Ahmad Sahroni.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni, mengapresiasi kinerja Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Utara (Jakut) yang mengungkap kasus peredaran narkotika sabu dan ganja jaringan internasional di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara.

Legislator kelahiran Tanjung Priok tersebut ingin Polres Metro Jakarta Utara terus melakukan penyisiran di wilayah-wilayah rawan, guna menciptakan Jakarta Utara bersih dari narkoba.

"Saya minta Polres Jakut jangan pernah lengah, terus sisir seluruh daerah rawan. 2024 ini, Jakarta Utara harus bisa menjadi contoh kota yang bebas dari narkoba," kata Sahroni dalam keterangannya, Senin (29/1/2024).

Sahroni juga menyampaikan, kekhawatirannya tentang narkoba jaringan internasional yang masuk ke wilayah Jakarta Utara ini. 

Sebab menurut politikus Partai NasDem itu, hal tersebut yang membuat rantai penyalahgunaan narkoba sangat sulit untuk diputus.

"Karenanya, dalam setiap proses penangkapan, saya minta aparat kepolisian juga membongkar tuntas jaringannya. Agar, jangan hanya kurir atau tersangka di level bawahnya yang ditangkap, tapi harus bisa sampai ke bandar besarnya. Jangan sampai para penjahat itu terus-terusan dibiarkan merusak anak muda kita,” ujar Sahroni.

Lebih lanjut, Sahroni juga meminta Polri khususnya Polres Jakut, untuk merespons setiap laporan masyarakat terkait aduan penyalahgunaan narkoba. 

Sebab, informasi dari masyarakat sangat menggambarkan situasi aktual di lapangan.



Baca juga: Beragam Reaksi soal Ancaman Penembakan Anies, Ganjar Ikut Bersuara, Sahroni Ungkit Insiden Jepang

“Laporan dari masyarakat soal narkoba juga harus direspon dengan cepat. Biar pergerakan polisi bisa selalu selangkah di depan para bandar dan pengedar," tandas Sahroni.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini