Mereka didampingi tidak hanya urusan teknis kesenian saja. Tetapi juga didampingi untuk membentuk jiwa leadership dan kewirausahaan yang Tangguh.
Dia mengakui bahwa di Indonesia banyak sekali bibit-bibit seniman yang baik. Tetapi dia tidak ingin bibit itu jatuh di tempat yang berduri, lantas akan mati. Bibit itu harus jatuh di tempat yang subur dan diberi pupuk.
Menurutnya Dana Indonesiana itu menjadi seperti pupuk. Sehingga para bibit seniman muda tersebut bisa berkembang dengan baik.
Pada kesempatan sebelumnya, Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid menjelaskan Dana Indonesiana merupakan pemanfaatan hasil kelola Dana Abadi Kebudayaan.
Tujuan utama dari program ini adalah menempatkan publik, pelaku budaya sebagai inisiator dan penggerak pemajuan kebudayaan.
Seiring dengan perjalanan waktu, Dana Indonesiana memberikan kontribusi dalam membangun fondasi yang kuat untuk pertumbuhan dan pemajuan kebudayaan di Indonesia.
Hilmar mengatakan pendanaan Dana Indonesiana juga untuk memperkuat ekosistem kebudayaan di Indonesia.
Contoh kongkretnya adalah berbagai kegiatan kebudayaan berbasis masyarakat.
Hal itu meliputi produksi seni, riset kebudayaan, sampai dengan partisipasi dalam forum kebudayaan dunia.
"Kegiatan-kegiatan itu menjadi pendorong bagi para seniman dan budayawan Indonesia untuk semakin giat berinovasi serta meningkatkan kreativitasnya," ujarnya