News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilpres 2024

Tak Kunjung Ajukan Hak Angket, PDIP Sebut Ada Tekanan Hukum 

Penulis: Fersianus Waku
Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (9/3/2024).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fersianus Waku 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto mengatakan pihaknya mendapatkan tekanan sehingga tak kunjung mengajukan hak angket di DPR RI.

Menurut Hasto hal tersebut yang membuat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sejauh ini belum memutuskan.

"(Bu Mega lama untuk memutuskan hak angket) bukan perhitungan, tapi tekanannya, tekanan hukumnya kan kuat sekali," kata Hasto dalam sebuah diskusi daring pada Sabtu (30/3/2024).

Dia memastikan kader PDIP tidak takut walaupun ada tekanan untuk menjegal hak angket.

"Kan kalau orang ditekan, ada respons yang berani menghadapi tekanan, ada yang juga takut kita juga maklum. Tetapi kita diajarkan untuk tidak takut," ujar Hasto.

Baca juga: Soal Hak Angket, Elite Gerindra Sebut Puan Maharani Negarawan Sejati

Hasto menjelaskan hak angket ini menakutkan bagi Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab, masa jabatannya sebentar lagi berakhir.

"Kalau sudah tanggung ya mereka akan melakukan segala cara. Maka karena angket ini menakutkan bagi pemerintah, bagi Pak Jokowi, makanya kita harus membangun kesadaran pentingnya angket ini," ucapnya.

Dia mencotohkan ketika kursi Ketua DPR RI ingin diambil alih Partai Golkar lewat revisi Undang-undang (UU) tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3).

Menurut Hasto itu adalah bagian dari tekanan untuk menjegal hak angket.

"Ini kan belum-belum (apa-apa) PDIP sudah ditekan oleh Golkar mau mengambil alih lewat MD3, mengambil jabatan ketua DPR RI," ungkapnya.

Kendati demikian, dia menambahkan masih ada waktu untuk mengajukan hak angket sembari menunggu dukungan masyarakat luas.

"Hak angket ini sesuatu yang sangat penting untuk mengoreksi terhadap berbagai kecurangan-kecurangan berupa penyalahgunaan kewenangan dari presiden itu," imbuh Hasto.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini