Ia menerangkan tim lima dan tim sembilan kala itu membuat visi misi kalau partai politik yang dicita-citakan sudah berdiri. Maka memiliki hubungan historis dengan NU.
“Hubungan NU dengan partai yang didirikan namanya PKB itu adalah hubungan historis, kultural dan aspiratif. Tidak struktural betul, tapi historis, historis tidak bisa hilang,” terangnya.
Sebagaimana diketahui, konflik terbuka antara PBNU dan PKB mencuat dalam sejumlah momentum di antaranya saat tahapan Pilpres 2024 dan pembentukan Pansus Haji DPR.
Konflik terbuka tersebut ditandai dengan pernyataan-pernyataan antara Ketua PBNU Gus Yahya dan Ketua Umum PKB Cak Imin baik di media sosial maupun media massa.
Kini Panitia Khusus (Pansus) yang bertugas mendalami hubungan PBNU dan PKB mulai bekerja.
Teranyar Pansus PKB bentukan PBNU tersebut telah mengundang mantan Sekjen PKB, Muhammad Lukman Edy serta Sekjen PKB Hasanuddin Wahid.