News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Masyarakat Diajak Melakukan Pemilahan Sampah Karena Berdampak Terhadap Kesehatan dan Ekonomi

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Erik S
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pemberian edukasi pilah sampah kepada warga sekitarnya di Sentraland Paradise Parung Panjang Bogor pada event Sosialisasi & Edukasi Kelola Sampah Dari Rumah yang diselenggarakan oleh Synergy Lady Leaders.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Masyarakat didorong menjaga lingkungan dengan melakukan pemilahan sampah untuk dimanfaatkan sebagai kerajinan tangan yang bernilai ekonomi.

Satu di antaranya seperti dilakukan Perum Perumnas yang membina Kelompok Bank Sampah di Perumnas Parung Panjang, Bogor. 

Wakil Direktur Utama Perumnas, Tambok Setyawati mengatakan, kelompok ini berfokus pada pemberdayaan wanita dalam pengelolaan bank sampah warga.

Baca juga: Tingkatkan Ekonomi, Warga Mekarsari Tangerang Dapat Pelatihan Bank Sampah dan Budidaya Sirih

"Ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi dari hasil penjualan pilah sampah, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan masyarakat setempat untuk menekan angka stunting anak-anak”, tutur Tambok dikutip Rabu (14/8/2024).

Kali ini, kelompok bank sampah tersebut berkesempatan memberikan edukasi pilah sampah kepada warga sekitarnya di Sentraland Paradise Parung Panjang Bogor pada event Sosialisasi & Edukasi Kelola Sampah Dari Rumah yang diselenggarakan oleh Synergy Lady Leaders.

"Dengan program ini, kita melihat bagaimana sesuatu yang sederhana seperti pengelolaan sampah dapat membawa perubahan yang signifikan, baik dari segi ekonomi maupun kesehatan. Ini adalah bukti nyata bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari hal kecil namun memiliki dampak yang besar," ungkapnya.

Ia menyebut, dalam program pengelolaan bank sampah ini, ibu rumah tangga memainkan peran penting sebagai agen perubahan. Mereka terlibat aktif dalam kegiatan memilah sampah rumah tangga, yang kemudian dikumpulkan dan diolah menjadi kerajinan tangan.

Produk-produk kreatif ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan tambahan, tetapi juga digunakan untuk mendukung operasional posyandu setempat.

"Keberhasilan ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat peran posyandu dalam memberikan layanan kesehatan yang lebih baik," papar Tambok.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mewujudkan perubahan positif melalui langkah-langkah kecil yang dimulai dari rumah, karena di setiap aktivitas yang baik, terdapat potensi besar untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik, bersih dan sehat,” sambung Tambok.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini