Revisi UU TNI

Klarifikasi Sufmi Dasco soal RUU TNI yang Dibahas DPR: Draft yang Beredar di Medsos Isinya Berbeda

Penulis: Faryyanida Putwiliani
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

RUU TNI - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/2/2025). Berikut klarifikasi Sufmi Dasco Ahmad terkait pembahasan Revisi Undang-undang TNI (RUU TNI) yang kini ramai jadi perbincangan publik.
RUU TNI - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/2/2025). Berikut klarifikasi Sufmi Dasco Ahmad terkait pembahasan Revisi Undang-undang TNI (RUU TNI) yang kini ramai jadi perbincangan publik.

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memberikan klarifikasinya terkait pembahasan Revisi Undang-undang TNI (RUU TNI) yang kini ramai jadi perbincangan di media sosial.

Dasco menegaskan, pembahasan RUU TNI yang dilakukan Komisi I DPR bersama pemerintah hanya membahas tiga pasal saja.

Di antaranya adalah pasal 3, pasal 53, dan pasal 47.

Diketahui, pasal 3 membahas tentang kedudukan TNI, kemudian pasal 53 membahas tentang usia pensiun.

Sementara itu, pasal 47 membahas tentang prajurit dapat menduduki jabatan pada kementerian atau lembaga.

"Jadi dalam revisi UU TNI itu hanya tiga pasal, yaitu pasal 3, pasal 53, pasal 47," kata Dasco, dilansir Kompas TV, Senin (17/3/2025).

Selain itu, Dasco menekankan, draft RUU TNI yang beredar di media sosial berbeda dengan yang benar-benar dibahas oleh DPR.

Ketika ada pasal-pasal yang sama pun, Dasco yakin isinya sangat jauh berbeda.

"Jadi enggak ada pasal-pasal lain yang ada di draft yang beredar di media sosial itu saya lihat banyak sekali."

"Dan kemudian kalaupun ada pasal-pasal yang sama, kita sampaikan isinya sangat jauh berbeda," terang Dasco.

Baca juga: Daftar 16 Kementerian dan Lembaga yang Bisa Diisi TNI Aktif Menurut RUU TNI: Kejagung, MA hingga KKP

RUU TNI untuk Membatasi Jabatan Sipil yang Bisa Diduduki Prajurit Aktif

Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, mengeklaim RUU TNI bukan untuk memperluas jabatan sipil yang diduduki TNI.

Dia mengatakan, RUU TNI tersebut, justru untuk membatasi jabatan sipil yang bisa diduduki prajurit aktif. 

"Kalau kekhawatiran Dwifungsi ABRI saya sudah berkali-kali bicarakan, justru ini melimitasi," ujar Utut dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (17/3/2024). 

Politisi PDIP itu, lalu menyinggung pembahasan dalam rapat RUU TNI bersama Panglima TNI Agus Subiyanto pekan lalu.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini