TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana menyambut baik inisiatif Sekolah Damai yang digagas oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Wahid Foundation.
Program ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mengantisipasi tantangan globalisasi, khususnya masuknya paham transnasional yang bertentangan dengan ideologi luhur bangsa Indonesia.
Menurut Nana, globalisasi membawa peluang sekaligus tantangan, terutama dalam menjaga karakter bangsa di tengah derasnya arus informasi.
Ia menyoroti berbagai ancaman seperti sikap acuh tak acuh, bullying, dan dampak negatif lainnya yang dapat merusak moral generasi muda.
“Ini adalah program positif yang harus terus dikembangkan,” ujarnya saat mengunjungi SMAN 13 Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (14/12/2024).
Nana juga menekankan pentingnya pendidikan toleransi dan anti kekerasan yang harus ditanamkan sejak dini kepada generasi muda.
Hal ini, menurutnya, sangat relevan karena generasi muda memegang peranan penting sebagai penentu masa depan bangsa.
“Jangan sampai generasi muda kehilangan arah, karena di pundak merekalah masa depan Indonesia berada,” tegasnya.
Baca juga: BNPT Apresiasi Kolaborasi Aparat TNI dan Polri Bebaskan Pilot Susi Air
Dalam menciptakan lingkungan sekolah yang pro-toleransi dan anti-kekerasan, Nana menekankan pentingnya sinergi antara berbagai pihak.
“Jika tidak kita kawal, akan ada penyusupan yang dapat mengarahkan anak-anak ke arah negatif. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak sekolah sangat diperlukan,” tambahnya.
Nana pun mengapresiasi keberhasilan penerapan Sekolah Damai di 79 SMA/SMK di Jawa Tengah, termasuk SMAN 13 yang dinilai sebagai salah satu pelaksana terbaik.
Ia berharap program ini tidak hanya dipertahankan, tetapi juga diperluas agar mencakup lebih banyak sekolah di masa depan.
“Saya berharap ke depannya semua sekolah bisa menjadi Sekolah Damai,” katanya.
Sementara itu, Kepala BNPT Komjen Pol Eddy Hartono, S.I.K., M.H., menyoroti dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menyukseskan program ini. Dukungan tersebut diwujudkan melalui integrasi Rencana Aksi Daerah (RAD) ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Hal ini menunjukkan komitmen Jawa Tengah dalam mendorong perdamaian dan toleransi di dunia pendidikan,” jelas Eddy.