News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bos Rental Mobil Tewas Ditembak

Anak Bos Rental Mobil Berharap Panglima TNI Penuhi Janji Pecat dan Penjarakan Anggota yang Terlibat

Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anak bos rental mobil korban penembakan oknum TNI Angkatan Laut (AL), Rizky Agam Syaputra berharap Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memenuhi janjinya untuk memecat dan memenjarakan anggota yang terlibat penembakan Ilyas Abdurahman, bos rental mobil.

TRIBUNNEWS.COMĀ - Anak bos rental mobil korban penembakan oknum TNI Angkatan Laut (AL), Rizky Agam Syaputra berharap Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memenuhi janjinya.

Diketahui, tiga oknum TNI AL tengah diperiksa buntut kasus penembakan bos rental mobil, Ilyas Abdurrahman di Tangerang, Banten.

Tiga oknum TNI AL yang diduga terlibat yakni Sertu AA, Sertu RA, dan KLK (Kelasi Kepala) BA.

Ketiganya kini ditahan di fasilitas penahanan Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Puspomal).

Ketiganya juga akan menjalani proses penahanan sementara selama 20 hari sejak Sabtu (4/1/2025).

"Saya meminta tolong yang kita tahu dari Bapak Panglima, Bapak Agus Subiyanto kata beliau kalau ada anggota saya yang terbukti melakukan kejadian tersebut maka harus dipecat dan dipenjara, itu mungkin yang saya harapkan dari Bapak Agus Subiyanto," ungkap Rizky Agam, Senin (6/1/2025).

Sebelumnya, Jenderal TNI Agus Subiyanto memastikan oknum prajurit tersebut sudah ditangkap dan akan diproses secara hukum.

Agus berjanji bahwa langkah tegas akan diambil jika oknum prajurit terbukti bersalah dalam kasus penembakan tersebut.

Menurut dia, TNI bakal menegakkan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

"Apabila terbukti bersalah akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku," ujar Jenderal Agus, Jumat (3/1/2025), dikutip dari Kompas.

Baca juga: Anak Bos Rental Mobil Ungkap Pernyataan Polisi dan TNI Tak Sesuai Fakta, Mengaku Sulit Cari Keadilan

Keluarga Korban Sesalkan Pernyataan TNI

Agam Muhammad Nasrudin (26), anak pertama almarhum Ilyas Abdurahman juga menyayangkan pernyataan TNI.

Ia menyayangkan pernyataan Pangkoarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata yang menyebut bahwa mereka (rombongan tim rental mobil) melakukan pengeroyokan terhadap oknum anggota TNI AL tersebut.

Agam membantah pernyataan itu.

"Aduh saya merasa susah banget mencari keadilan di negara ini. Karena nggak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi."

"Kita tidak mengeroyok. Waktu kita di rest area waktu itu dia lah yang menodongkan pistol di Saketi," ungkap dia.

"Makanya ada di video (viral) itu, 'mana pistol kamu, mana pistol kamu. Jatuhkan'. Bapak saya sebenarnya menyelamatkan untuk menghindari pistol tersebut."

"Ternyata dari jauh sudah dapat pengawalan, ditembaklah ayah saya dari situ. Pak Ramli kebetulan tertembak di bagian perut," sambungnya.

Pernyataan TNI

Pangkoarmada RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata bersama pejabat utama TNI AL dan Kapolda Banten saat konferensi pers di Mako Koarmada RI Jakarta Pusat pada Senin (6/1/2025) terkait kasus penembakan bos rental mobil di KM 45 Rest Area Tol Merak - Tangerang pada 2 Januari 2025. (Tribunnews.com/Gita Irawan)

Pada kesempatan konferensi pers, Senin kemarin, Denih Hendrata menceritakan dirinya pertama kali menerima kabar insiden penembakan pada 2 Januari 2025.

"Saya pertama kali menerima laporan insiden ini, pada tanggal 2 Januari 2025, malam sekitar pukul 20.00 WIB dari Asintel Pangkoarmada RI."

"Bahwa tiga anggota yang pada saat itu di pangkalan Pondok Dayung, yaitu Sertu AA, Sertu RH, LK BA, di mana mereka mengalami pengeroyokan oleh sekitar 15 orang tak dikenal di sekitar rest area KM 45 Tol Merak-Tangerang," jelas Denih.

Menurut Denih Hendrata, insiden berpangkal dari permasalahan pokok pembelian mobil.

"Dalam insiden tersebut, diakui bahwa salah satu anggota melakukan penembakan, setelah diketahui mengakibatkan korban, satu orang meninggal dan satu orang luka."

"Saat ini, ketiga anggota tersebut, proses penyidikan di Puspomal," lanjutnya.

(Tribunnews.com/Gilang Putranto, Gita Irawan)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini