News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sritex Pailit

Daftar Gurita Bisnis Keluarga Lukminto yang Tersisa setelah Sritex Gulung Tikar

Penulis: Galuh Widya Wardani
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PT SRITEX - Inilah profil serta sepak terjang Keluarga Lukminto, Pemilik PT Sritex, perusahaan tekstil terbesar se Asia Tenggara yang dinyatakan pailit. Meski demikian, keluarga Lukminto memiki gurita bisnis di berbagai bidang (Tangkap layar instagram ISTIMEWA // @ik.lukminto)

Sejak 2007, Sritex dipimpin oleh putra sulung Lukminto, Iwan Setiawan Lukminto hingga diturunkan ke Iwan Kurniawan Lukminto.

Di masa kepemimpinan Iwan Kurniawan Lukminto, Sritex dinyatakan pailit hingga akhirnya gulung tikar.

2. Gedung Olahraga

Selain di dunia tekstil, keluarga Lukminto juga memiliki Gedung Olahraga (GOR) Sritex di Solo.

GOR ini menjadi lokasi utama untuk pertandingan bola voli, basket, dan acara olahraga lainnya. 

Tak hanya itu, GOR Sritex juga digunakan untuk berbagai event, seperti Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII yang akan diadakan di Solo pada 2024.

FOX’S Indonesia Para Badminton International 2023 berlangsung di di GOR Sritex Arena, Solo, pada tanggal 5 - 10 September 2023. (Dok. Megapro Communiation)

3. Hotel

Bisnis keluarga Lukminto juga merambah ke dunia pariwisata.

Keluarga Lukminto melalui anak perusahaan PT Wisma Utama Binaloka, memiliki sekitar sepuluh hotel di berbagai lokasi, termasuk Solo, Yogyakarta, dan Bali.

Beberapa hotel sampai hari ini masih beroperasi yakni Diamond Hotel, Grand Orchid, @Hom, Holiday Inn Express di Yogyakarta dan Bali, serta Horison dan Solo Mansion.

Pada 2013, Sritex terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Hotel Horison Nusa Dua Bali, di Jalan By Pass Ngurah Rai 1001x Nusa Dua, Badung, Bali. (Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)

4. Museum

Keluarga Lukminto juga memiliki aset berupa karya-karya seni yang luar biasa.

Karya-karya ini awalnya hanya disimpan sebagai koleksi keluarga Lukminto.

Namun kini, karya-karya ini ditempatkan di sebuah museum yang diberi nama Tumurun Private Museum.

Hingga akhirnya keluarga Lukminto membuka museum pribadi ini menjadi museum terbuka untuk umum.

Museum yang berdiri di Surakarta ini memamerkan seni instalasi, seni kontemporer, lukisan, dan koleksi mobil antik. 

Tak main-main, koleksi lukisannya beraneka ragam bahkan lukisan Affandi dan lukisan Dullah juga tersimpan rapi di sini.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini