TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Analis komunikasi politik Hendri Satrio (Hensa) mengingatkan agar kasus dugaan korupsi di Pertamina Patra Niaga yang merugikan negara hingga Rp 193 triliun per tahun tidak terseret ke dalam narasi politik.
Ia menegaskan bahwa fokus utama seharusnya tetap pada pengungkapan dalang di balik skandal tersebut.
"Ini adalah kasus besar dengan dampak luar biasa bagi negara. Masyarakat seharusnya tidak terjebak dalam sisi politisnya, tapi soroti terus dan fokus ke kasus korupsinya saja. Dalangnya harus diungkap," kata Hensa kepada wartawan, Sabtu (8/3/2025).

Ia juga menyoroti kecenderungan publik yang mengaitkan kasus ini dengan figur-figur politik yang tidak termasuk dalam daftar tersangka.
Menurutnya, hal ini justru bisa mengaburkan proses hukum yang sedang berjalan.
"Ketika kasus ini ditarik ke ranah politik, perhatian publik jadi terpecah. Padahal, yang terpenting adalah memastikan keadilan ditegakkan dan kerugian negara bisa diminimalisir," ujarnya.
Lebih lanjut, Hensa menegaskan bahwa skandal ini bukan hanya soal besarnya kerugian negara, tetapi juga soal kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Menurutnya, pengawasan publik yang kritis sangat dibutuhkan agar kasus ini tidak tenggelam dalam agenda politik semata.
“Kita harus pastikan hukum berjalan sebagaimana mestinya," tuturnya.