TRIBUNNEWS.COM - Pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah diklaim menjadi salah satu dari dua orang yang bisa memerintah Ketua Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Hercules Rosario de Marshall.
Klaim itu dilontarkan oleh Rapen Sinaga, anggota tim Advokat Penegak Hukum Antipremanisme (Tumpas), saat rapat dengan Komisi III DPR RI, Jakarta, Kamis, (8/5/2025).
Adapun satu orang lainnya yang bisa memerintah Hercules, menurut Rapen, adalah Presiden Prabowo Subianto.
Kata Rapen, berdasarkan informasi yang diketahuinya, hanya ada dua orang itulah yang bisa menyuruh-nyuruh Hercules.
"Di beberapa video juga hanya dua katanya yang bisa memerintah si Hercules ini, Pak Prabowo sama Gus Miftah katanya, kan," ujar Rapen dalam rapat.
"Nah saya pikir dengan dia menyebut begitu ya ini kan sudah keterlaluan, presiden dibawa-bawa gitu ya. Saya pikir ini bisa langsung ada tindakan nyata ya atau sifatnya rekomendasi, tadi dari Komisi III supaya GRIB misalnya ya langsung saja di dibubarkan atau dibekukan gitu," katanya.
Mengenai Miftah, dia dikenal sebagai pendakwah kontroversial karena mengeluarkan ucapan dan melakukan tindakan yang menimbulkan pro dan kontra.
Beberapa waktu lalu, dia ramai dikecam karena berkata yang tidak pantas kepada seorang penjual es saat berdakwah di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tahun kemarin. Kasus itu berakhir dengan perdamaian.
Adapun saat ini Miftah juga memicu kontroversi karena dikabarkan akan mengisi acara pengajian yang digelar di Zona 3 Candi Sewu.
Sosok Gus Mitah
Baca juga: Sosok Istri Hercules yang Syok Suaminya Diadukan Advokat Saor Siagian ke Komisi III DPR RI
Gus Miftah diketahui memiliki nama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman.
Selama ini Miftah dikenal publik sebagai sosok ulama yang cukup terkenal di Indonesia.
Miftah adalah pria kelahiran Lampung pada 5 Agustus 1981.
Ulama yang dulu terkenal dengan rambut gondrong dan blangkonnya ini merupakan keturunan ke-9 pendiri Pesantren Tegalsari Ponorogo, Kiai Ageng Hasan Besari.
Mengikuti jejak sang ayah, Miftah juga mendirikan Pondok Pesantren Ora Aji yang terletak di Dusun Tundan, Dewa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY.
Sebelum menjadi seorang ulama, Miftah sempat menempuh pendidikan agama di Pondok Pesantren Bustanul Ulum Jayasakti, Lampung Tengah.
Baca tanpa iklan