Menurut Lasarus, masyarakat adat Dayak memiliki filosofi hidup yang erat kaitannya dengan kelestarian alam.
“Konsep ‘hutan adalah ibu’ atau ‘tanah adalah darah’ bukan sekadar slogan, melainkan pedoman hidup. Dengan adanya Kebun Raya dan sinergi bersama BRIN, kearifan lokal ini bisa diperkuat dengan pendekatan ilmiah,” pungkasnya.
Sinergi antara riset dan pemerintah daerah dinilai menjadi langkah strategis dalam menghadapi krisis biodiversitas, khususnya di Kalimantan yang menjadi salah satu pusat plasma nutfah tropis dunia.
Baca tanpa iklan