Hal itu disampaikannya dalam Webinar yang digelar ISDS bertajuk Kamu Bertanya, Kemhan Menjawab: Evolusi Ancaman dan Tantangan Pertahanan Kontemporer" pada Selasa (Kamis 17/4/2025).
"Jadi memang untuk 500 batalyon itu tidak mungkin dalam waktu singkat. Waktu untuk membentuk satu batalyon itu kan butuh proses. Sementara memang fokusnya adalah pada 100 batalyon, di mana batalyon-batalyon ini bukan murni dibangun dari satuan yang baru," ungkap Frega.
Yonif TP rencananya dibentuk dari kompi-kompi terpisah TNI Angkatan Darat yang tidak hanya memiliki kemampuan infanteri untuk bertempur, melainkan juga kemampuan pembangunan infrastruktur, kesehatan, dan juga pertanian.
.
Baca tanpa iklan