News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

OTT KPK di Kementerian Tenaga Kerja

Sekjen Partai Gerindra Pastikan Immanuel Ebenezer Bukan Kader, KTA-nya Segera Dicabut

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SEKJEN GERINDRA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Sugiono saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8/2025). Sugiono menegaskan bahwa mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer alias Noel bukanlah kader partainya. 

Dalam kasus ini, Noel diduga kecipratan Rp3 miliar dari total aliran dana haram senilai Rp81 miliar yang berasal dari praktik pemerasan terkait pengurusan sertifikat K3.

Selain itu, Noel mendapat motor gede merek Ducati, tetapi belum disertai kelengkapan surat seperti STNK dan BPKB.

Modus yang dilakukan dalam kasus ini adalah menaikkan tarif sertifikasi K3 yang aslinya hanya sebesar Rp275.000, sehingga para pekerja atau buruh harus mengeluarkan biaya hingga Rp6.000.000 karena adanya tindak pemerasan dengan modus memperlambat, mempersulit, atau bahkan tidak memproses permohonan pembuatan sertifikasi K3 yang tidak membayar lebih.

Noel dan para tersangka lainnya dijerat dengan Pasal 12 huruf (e) dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Bukan Kader Partai Gerindra, Noel Tak Pernah Ikut Diklat

Hendarsam Marantoko kembali menegaskan bahwa Noel bukanlah kader Partai Gerindra, apalagi jika melihat track record-nya.

Yakni, dari pendukung Jokowi dan mendirikan organisasi Jokowi Mania (Joman), lalu mendukung Ganjar Pranowo hingga akhirnya beralih ke Prabowo Subianto saat Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 lalu.

Menurut Hendarsam, Noel juga tidak mengikuti sejumlah pendidikan dasar sehingga tidak bisa disebut kader.

"Dia [Noel] bukan kader partai, ya. Sebenarnya ini sudah pernah ditanyakan ke saya, kemarin lah. Jadi saya pengin menegaskan dulu dari sisi track record seorang Noel," ujar Hendarsam, dikutip dari tayangan yang diunggah di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Jumat (22/8/2025).

"Nah kalau kita bicara masalah kader partai, terminologi sebagai seorang kader partai itu orang yang dibina, yang dididik untuk kemudian diorbitkan. Nah, kami menjalani itu," katanya.

"Saya kader organik partai, sudah kurang lebih 14 tahun di partai. Kita mengalami proses pendidikan dasar, diklat segala macam di Hambalang. Kemudian kita ikut Rapimnas, kita ikut Rakernas dan lain sebagainya," tambahnya.

"Sejauh ini saya tidak pernah melihat Noel ada di situ. Kita tahu ya, kan track record Noel adalah saat itu dia adalah pendukung Jokowi, mendirikan organisasi Jokowi Mania, kemudian Ganjar Pranowo Mania. Kemudian, karena dengan berbagai dinamikanya dia kemudian ke Prabowo, membuat Prabowo Mania," paparnya.

"Jadi dari sisi itu, sebenarnya saya, mewakili kader tapi tidak mewakili institusi partai. Kami dari kader, suara partai tidak pernah kami mengakui Noel sebagai kader Gerindra," imbuhnya.

Hendarsam pun menegaskan, dirinya tak keberatan jika dianggap tidak mau terlibat atau dikaitkan dengan Noel yang kini terjerat kasus pemerasan sertifikasi K3 lantaran tidak menganggapnya sebagai kader Partai Gerindra.

"Ini mungkin ya dianggap sebagian orang, 'Wah Hendarsam pengin cuci tangan.' Ya, boleh-boleh saja berpendapat seperti itu, tapi ini adalah suara kami, para kader," tegas Hendarsam.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini