News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Hari Kesaktian Pancasila

Apakah Peringatan Kesaktian Pancasila 1 Oktober Termasuk Hari Libur? Berikut Sejarahnya

Penulis: Oktaviani Wahyu Widayanti
Editor: Nanda Lusiana Saputri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

HARI KESAKTIAN PANCASILA - Grafis peringatan hari kesaktian pancasila 1 Oktober dibuat melalui Canva pada Kamis (25/9/2025), berikut penjelasan apakah hari kesaktian pancasila termasuk hari libur atau tidak.

TRIBUNNEWS.COMĀ - Peringatan bersejarah, hari kesaktian pancasila diperingati setiap satu tahun sekali.

Peringatan hari Kesaktian Pancasila diperingati tanggal 1 Oktober.

Hari kesaktian pancasila diperingati untuk mengenang insiden berdarah yaitu pembantaian terhadap 6 jenderal dan seorang kapten serta beberapa korban lainnya.

Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No. 153 Tahun 1967, tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Lalu apakah peringatan kesaktian pancasila merupakan hari libur?

Mengutip dariĀ Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, hari kesaktian pancasila 1 Oktober bukan merupakan tanggal merah dan tidak termasuk dalam daftar libur nasional.

Baca juga: Kapan Puasa Ramadan 2026? Hitung Mundur Berapa Hari Lagi Mengacu Hari Libur SKB 3 Menteri Terbaru

Sejarah Hari Kesaktian Pancasila

Mengutip dari kemdikbud.go.id, peristiwa G30S menjadi tragedi yang kontroversial dan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Peristiwa G30S memakan banyak korban dari kalangan petinggi militer Indonesia, yang diduga dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).

G30S terjadi karena adanya persaingan politik, karena PKI sebagai kekuatan politik merasa khawatir dengan kondisi kesehatan Presiden Soekarno yang memburuk.

Awal mulanya pada Agustus 1965, Presiden Soekarno tiba-tiba pingsan setelah berpidato, banyak pihak yang beranggapan, usia beliau tidak akan lama lagi.

Kemudian, banyak pertanyaan muncul mengenai siapa pengganti Presiden Soekarno nantinya, dan ini menyebabkan persaingan semakin tajam antara Partai Komunis dengan TNI.

Peristiwa gerakan 30 September 1965 pada dasarnya berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 30 September 1965 dan tanggal 1 Oktober 1965.

Tanggal 30 September adalah saat kordinasi dan persiapan dilakukan, kemudian pada tanggal 1 Oktober 1965 dini hari inilah terjadi kegiatan pelaksanaan penculikan dan pembunuhan.

Gerakan 30 September 1965 berada di bawah kendali Letkol Untung dari Komando Balation I resimen Cakrabirawa.

Letkol Untung menunjuk Lettu Dul Arief menjadi ketua pelaksanaan penculikan.

Baca juga: Hari Kesaktian Pancasila TII Soroti Kasus Intoleransi dan Kebebasan Beragama

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini