TRIBUNNEWS.COM - Viral potongan rekaman video program Bola Liar Kompas TV yang memperlihatkan perdebatan antara Juru Bicara Partai Gerindra, Astrio Feligent, dan eks Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gajah Mada (UGM), Tiyo Ardianto.
Potongan video vital tersebut terpantau diunggah beberapa kaun instagram @jatinangorbanget, @bandungterkini, @jabargram dan lainnya, kemarin Minggu (7/6/2026).
Perdebatan tersebut bermula ketika Tiyo mengkritik penunjukan Nanik Sudaryati Deyang (Nanik S Deyang) sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurut Tiyo, rekam jejak Nanik menunjukkan pola promosi jabatan yang lebih mengedepankan loyalitas politik dibanding kompetensi.
Tiyo menyoroti perjalanan karier Nanik yang berawal sebagai wartawan.
Kemudian menjadi tim sukses (timses) Prabowo Subianto pada Pilpres 2019, menjabat Wakil Kepala BGN, hingga kini dipercaya memimpin lembaga tersebut.
"Syarat menjadi pejabat itu ada kompetensi dan moralitas, tapi di jamannya Pak Prabowo, kompetensinya enggak ada, moralitasnya tidak ada, yang penting loyalitasnya," ujar Tiyo mengutip tayangan YouTube Kompas TV, yang ditayangan Jumat (5/6/2026) lalu.
Baca juga: Hari Ini Prabowo Lantik Kepala BGN Nanik S Deyang & 2 Wakilnya Agustina Arumsari-Mayjen Trenggono
Ia melanjutkan kritiknya dengan mempertanyakan kompetensi Nanik untuk memimpin BGN.
"Kalau kita ngomong kompetensi, kompetensinya (Nanik S Deyang) adalah seorang wartawan yang kebetulan jadi timses Prabowo, sempat punya masalah moral terkait masalah Ratna Sarumpaet yang bikin kebohongan publik, kemudian menjadi Wakil Kepala BGN, hari ini diklaim sebagai Kepala BGN," kata Tiyo.
Menanggapi hal tersebut, Astrio Feligent mempertanyakan apakah profesi wartawan otomatis membuat seseorang dianggap tidak kompeten.
"Jadi menurut Mas kalau wartawan itu tidak kompeten?" tanya Astrio.
Tiyo kemudian menjawab, "Apa hubungannya wartawan dengan pengelolaan gizi anak-anak, Mas Trio? Silakan dijawab."
Astrio lantas menegaskan bahwa menjalankan program BGN tidak harus berasal dari latar belakang ahli gizi.
"Mohon maaf dengan segala hormat, tidak perlu untuk menjalankan program BGN itu harus menjadi seorang ahli gizi. Yang diperlukan adalah..." ujar Astrio sebelum dipotong Tiyo.
Baca tanpa iklan