“Ini jelas sebuah kelalaian. Saya tahu BGN punya problem SDM terbatas untuk pengawasan, tapi itu bukan alasan untuk mentolerir keracunan massal. Mana sikap tegas penyelenggara?” kata Toto.
Baca juga: Kasus Keracunan MBG di Bandung Barat: Sampai Dibikinkan Posko Khusus, Menu, Total 1.000 Lebih Korban
Ia juga mengingatkan kemungkinan adanya “tangan-tangan jahil” yang bermain dalam program ini.
“Tujuannya, apa lagi kalau bukan untuk mengotori misi suci Presiden Prabowo agar citranya rusak lewat program ini,” ujarnya.
Toto mendesak agar siapa pun yang memberi keleluasaan kepada vendor membangun dapur asal-asalan harus diganti.
“Mungkin itulah orang-orang yang disebut bertangan jahil tersebut,” pungkasnya.
Baca tanpa iklan