"Akhirnya apa ini, mau sampai kapan makannya burger, gitu lho. Ya, jadi saya setuju bahwa ada anak yang tidak suka dengan pangan lokal karena mereka tidak terbiasa."
"Tapi bukan berarti lalu request anak-anak, lalu dijawab oleh dapur, ya wis lah... Kalau request-nya cilok? Mati kita," tegas Tan.
Tan berharap menu MBG mengandung makanan khas lokal. Menurutnya, hal itu akan lebih baik karena bahan bakunya pun berasa dari lokal.
"Alokasikan menu lokal 80 persen isi MBG di seluruh wilayah ya, saya pengin anak Papua bisa makan ikan kuah asam, saya pengin anak Sulawesi bisa makan kapurung," ujar Tan.
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)
Baca tanpa iklan