News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Abu Bakar Ba’asyir Nasihati Presiden Prabowo Lewat Surat

Editor: Theresia Felisiani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

NASEHATI PRABOWO - Pendiri Ponpes Al Mukmin Ngruki Abu Bakar Ba'asyir mendatangi Joko Widodo (Jokowi) di kediaman Sumber, Banjarsari, Solo, pada Senin (29/9/2025). Abu Bakar Ba'asyir sengaja mendatangi presiden ketujuh RI ini untuk menyampaikan nasihat agar Jokowi menjadi pembela Islam yang kuat. Presiden Prabowo. Pendiri Pesantren Al Mukmin, Abu Bakar Ba’asyir nasihati Presiden Prabowo lewat surat, minta supaya negara ini diatur dengan hukum Islam.

“Sangat kaget saya kedatangan beliau. Intinya beliau menasihati saya untuk mengabdi pada Islam,” jelas Jokowi kepada awak media.

Pendiri Ponpes Al Mukmin Ngruki Abu Bakar Ba'asyir mendatangi Joko Widodo (Jokowi) di kediaman Sumber, Banjarsari, Solo, pada Senin (29/9/2025).

DATANGI JOKOWI - Pendiri Ponpes Al Mukmin Ngruki Abu Bakar Ba'asyir mendatangi Joko Widodo (Jokowi) di kediaman Sumber, Banjarsari, Solo, pada Senin (29/9/2025). Abu Bakar Ba'asyir sengaja mendatangi presiden ketujuh RI ini untuk menyampaikan nasihat agar Jokowi menjadi pembela Islam yang kuat. (Tribun Solo/Ahmad Syarifudin)

 

Sosok Abu Bakar Ba’asyir

Nama Abu Bakar Ba’asyir sudah tidak asing lagi dalam peta sejarah pergerakan Islam di Indonesia.

Sosok ulama kelahiran Jombang, 17 Agustus 1938 ini dikenal luas sebagai pendakwah sekaligus tokoh yang kerap dikaitkan dengan jaringan Islam garis keras di Asia Tenggara.

Pada 1972, bersama rekannya Abdullah Sungkar, Ba’asyir mendirikan Pesantren Al-Mukmin di Ngruki, Solo.

Pesantren ini kemudian dikenal sebagai Pesantren Ngruki.

Pendiri Pesantren Al Mukmin Abu Bakar Ba'asyir menyampaikan surat ke Bagian Umum Setda Kota Solo, Senin (20/11/2023). (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Dalam pandangan ideologisnya, Ba’asyir sering menyerukan penerapan syariat Islam secara menyeluruh di Indonesia dan bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah, terutama yang berkaitan dengan Barat dan Israel.

Ia bahkan menolak pembebasan bersyarat ketika diminta bersumpah setia pada Pancasila dan NKRI.

Ba’asyir menginginkan agar seluruh aspek kehidupan, termasuk pemerintahan, ekonomi, hukum pidana, dan sosial, diatur berdasarkan syariat Islam, bukan sistem hukum buatan manusia seperti demokrasi atau hukum positif yang berlaku di Indonesia.

 

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Selain Temui Jokowi di Solo, Ba’asyir Surati Presiden Prabowo : Tegakkan Hukum Islam di Indonesia

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini