"Target yang selalu berbeda bervariasi, akan ada 25.400 SPBG dan di daerah aglomerasi serta 6.000 SPBG di daerah terpencil," kata Dadan dalam acara Food Bussiness Opportunity Zona Pangan yang digelar HIPMI, di Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (7/10/2025).
Seluruh SPPG yang berjalan saat ini dibangun tanpa dana APBN. Adapun SPPG dibangun dari hasil kontribusi para mitra dengan investasi minimal sekitar Rp 2 miliar per unit.
"SPPG saya kira saat ini 100 persen dari 10.681 itu adalah kontribusi dari para mitra, dan belum satupun SPPG yang dibangun melalui dana APBN," ucapnya.
Menurut Dadan, keberadaan SPPG tidak hanya menjadi sarana penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak, tetapi juga penggerak ekonomi lokal.
Pasalnya, setiap SPPG disebut mampu menyerap sekitar 50 tenaga kerja serta setidaknya membutuhkan 15 suplier bahan pangan/pokok.
Dengan demikian adanya SPPG disebut mendorong rantai pasok pangan dari pertanian, peternakan, hingga usaha kecil di sekitarnya.
"Jadi kalau nanti ada 31.000 SPPG saya kira tinggal dihitung berapa entrepreneur yang dibutuhkan di dalam memasok bahan baku program makanan gizi gratis ini," ujarnya.
Setiap SPPG rata-rata melayani 3.000 siswa. (tribunnews/fin)
Baca tanpa iklan